3 Karya Terbaik Peserta ‘Writing Journey’

Tiga Peserta Writing Journey Karya Terbaik

Adventure in the Zooland

Oleh: Rizka Aisyah N.

                Hai! Aku Viola. Aku memiliki empat saudara kembar, mereka adalah Vicent, Olvie, Oiv, dan Olvier. Yah, seperti yang kalian bayangkan, aku adalah satu-satunya anak perempuan di keluarga Smyth. Pada hari minggu kami akan pergi ke Zooland. Kalau kalian mau tau apa itu Zooland, akan aku kasih tau. Zooland adalah kebun binatang dengan konsep modern. Jadi, kalau mau beli tiket harus siap-siap uang yang banyak, karena harganya sangat mahal.

“Sudah siap?” tanya ayahku.

“Siap!” jawab kami berlima.

Kemudian kami pun berangkat menuju Zooland. Jaraknya cukup jauh dari rumah kami. Perjalanan kesana membutuhkan waktu kita-kira satu jam. Selama di perjalanan, Vicent, Olvie, dan Oliv bermain tebak lagu. Cara bermainnya adalah yang kalah suit harus menebak lagu ynag dinyanyikan oleh pemenang. Kalau jawabannya benar, dia bisa memberi tebakan lagu lain tapi tidak boleh sama. Kalau kalah, harus siap-siap di cubit dua kali. Sementara, aku dan Olvier bermain game Mobile Legend bersama. Tanpa sadar, satu jam telah berlalu.

“Anak-anak, kita sudah sampai” kata ayah.

“Eeeh, cepet banget,” kataku.

“Ooh, jadi kamu mau perjalanan yang lebih lama?” tanya Vicent.

“Nggak lah, Cuma bilang begitu apa salahnya?” gerutuku.

“Waduh, gara-gara Vicent, Viola jadi ngamuk” goda Olvie.

“Udah ah, kita masuk yuk!” ajak Oliv.

Kami pun turun dari mobil. Setelah membeli tiket  masuk, kami pun masuk kedalam Zooland. Suasana disana sangat mengasyikkan. Ada taman bermain, tempat makan, dan lain-laiin. Disana juga bersih tidak ada sampah. Semua tempat bersih dan rapi. Selain itu, disana juga disediakan kendaraan khusus pengunjung kebun binatang, seperti pesawat, kapal, kapal selam, dan lain-lalin. Tenang saja, kendaraanya ramah lingkungan dan tentunya canggih. Kandang binatang disana juga disesuaikan dengan habitatnya. Tidak semuanya berada di tanah. Ada yang dibangun melayang di udara. Dengan kendaraan khusus. Kita bisa melihat semuanya. Dan caranya hanya dengan mengganti kendaraan sesuai yang dibutuhkan.

“Aku pilih kendaraan yang berwarna hitam-ungu aja deh” ucapku.

Jika kalian ingin kesini, usahakan untuk tidak membawa anak dibawah usia 10 tahun. Karena setiap kendaraan hanya bisa menampung satu orang. Aku memilih warna hitam-ungu, sedangkan Vicent memilih warna hitam-merah, Olvie warna hiam-orange, Olvier warna hitam-coklat, dan Oliv memilih warna htam-abu abu. Sementara ayah dan ibu memilih warna yang sama. Yaitu merah-orange.

“Gimana kalau kita pergi ke tempat satwa dan fauna langka?” usul Vicent.

“Boleh, apa namanya?” tanya Oliv.

“Amazing Species, gitu aja lupa,” jawabku.

“Yah, gimana nggak lupa, yang dipikirin kan makanan melulu,” goda Olvie sambil tertawa, sementara Oliv tertawa malu.

“Ya udah, ayah sama ibu mau pergi kesana ya,” pamit ayah lalu pergi bersana ibu.

Kami pun pergi ke Amazing Species. Disana pemandangannya bagus sekali. Ada Harimau Kalimantan yang hampir punah, badak bercula, dan lain-lain. Sedangkan tumbuhan yang ada disana adalah bunga bangkai, dan lain-lain. Kemudian pandangan kami tertuju pada pintu yang bertuliskan Fantasian Place, kami memutuskan untuk pergi kesana.

Saat kami masuk, ternyata itu adalah tempat hewan-hewan fantasi. Ada Unicorn, Pegasus, Alicorn, Werewolf, Griffin, Dragon, dan lain-lain. Tetapi yang membuatku bingung adalah kenapa mereka membuat temoat ini?

“Selamat datang di Fantasian Place, aku Thomas Spyderwick akan memandu kalian,” ucap ramah seorang pemandu.

“Uhm, aku ingin bertanya sesuatu,” ucapku.

“Apa itu?” tanya Thomas.

“Kenapa disini sepi?” tanyaku bingung.

“Oh, karena hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat dan memasuki pintu itu” jawabnya sambil menunjuk pintu yang tadi kami lewati.

“Lalu disana itu naga jenis apa?” tanya Vicent sambil menunjuk kearah naga yang seang berdiri di puncak gunung berapi.

“Itu adalah Dragon Heart, habitanya memang berada di gunung berapi.”

“Lalu kalau itu?” tanya Oliv sambil menunjuk naga yang sedang menyelam didalam air.

“Kalu itu adalah Dragon Watt, habitanya di samudera.”

“Lalu itu Alicorn jenis apa?” tanyaku kepada pak Thomas sambil menunjuk Pegasus berwarna hitam dengan tanduk rambut dan sayap berwarna putih.

“Itu adalah Alicorn terkuat dan yang paling berbahaya.” Terang pak Thomas dengan wajah ketakutan.

“pak, apa ada legena yang berhubungan dengan Alicorn itu?” tanya Oliver penasaran.

“Ada. Dulu, saat bapak dan teman bapak namanya Wilton berkunjung kesini, bapak melihat pintu itu, seperti kalian. Kemudian bapak dan Wilton masuk ke tempat ini. Kami berjalan-jalan disini dan mngagumi isinya. Tanpa disadari pak Wilton menabrak rumah rumah Alicorn hitam itu hingga hancur. Alicorn yang tadinya berwarna pink dan jinak, kini telah berubah menjadi hitam dan berbahaya. Dia mengutuk kami berdua. Bapak dikutuk tidak bisa keluar dari tempat ini, sementara pak Wilton dikutuk menjadi pohon. Pohon pak Wiltoon berada disana, ditegah-tengah Unicorn putih.” Cerita pak Thomas.

“Jadi, ini semua nyata?” tanyaku.

“Lalu, bagaimana cara agar kita bisa membangun kembali rumah Alicorn itu?” tanya Vicent.

“Hanya jantungdari Naga Api dan Naga Air lah yang bisa membangun rumah itu kembali seperti sediakala.” Jawab pak Thomas.

“Selain itu?” tanyaku.

“Crystal di puncak gunung berapi,” jawab pak Thomas sambil menunjuk gunung dengan puncak yang lancip.

“Pak, kami akan mendapatkan crystal itu,” ucapku.

“Jangan, perjalanan itu sangat berbahaya!” larang pak Thomas.

“Tapi, ini demi bapak dan teman bapak,” kata Vicent.

Kami berusaha membujuk pak Thomas supaya mengijinkan kami, kami sudah mencoba puluhan kali dan akhirnya pak Thomas setuju.

“Sebelum pergi, bawa pedang ini,” ucap pak Thomas sambil menyeraahkan pedang ajaib.

“Kalian harus menunggangi Alicorn merah yang ada disana,” pesan pak Thomas lagi sambil menunjuk kearah licorn merah. Kami bergegas kesana dan menunggangi Alicorn merah.

Kami pun pergi ke gunung yang dimaksud. Sebenarnya, jika berjalan kaki kami harus menempuh perjalanan selama lima hari. Kalau dengan kendaraan kami hanya menempuh satu hari. Dan kalau menaiki Alicorn kami hanya menempuh perjalanan selama tiga puluh menit. Alicorn merah juga bisa beradaptasi dengan daerah gunung berapi.

“Akhirnya kita sampai,” ucapku.

“Iya, ayo kita am….” Ucap Vicent yang tiba-tiba terputus.

Ternyata ada Naga Api yang menjaga crystal itu. Naganya tidak hanya satu, tetapi sepuluh. Waduh! Jadi kami harus melawan dua naga. Tapi kalau menggunakan pedang ajaib, sekali tebas langsung mati.

“Seraaang…!” teriak Vicent sambil terjun kebawah, kami pun mnegikutinya.

Kami bertempur semampunya. Capek sekali. Akhirnya jatah nagaku habis. Kemudian aku membantu Oliv yang kewalahan. Setelah semua Naga Api mati, kmi segera pergi menuju Crystal itu, dan ternyata gunung api hendak meletus. Dengan cepat kusambar Crystal itu dan pergi. Sepuluh detik kemudian gunung itu meletus. Tapi untungnya kami sudah berada di kejauhan.

“Pak Thomas!” teriakku kepada pak Thomas yang terlihat merenung.

“Syukurlah, kalian kembali.”

“Pak, tebak kami data apa?” tanyaku.

“Apa?”

“Crystal!” kataku smabil menunjukkan crystal.

“Ba…bagaimana aku harus berterimakasih kepada kalian?” ucap pak Thomas terharu.

“Bagaimana cara menggunakan ini pak?” tanya Vicent.

“Ikut aku!” Kami pun mengikuti pak Thomas.

“Bisakah aku memegang Crystal itu? karena hanya aku ynag bisa meletakkan disana” kata pak Thomas.

Kuberikan Crystal itu kepada pak Thomas. Kemudian Crystal itu diletakkan diatas pucuk duri ynag besar. Hal itu pun ddilihat Unicorn hitam tanppa kami sadari. Setelah diletakkan, pak Thomas mundur ke belakang. Crystal itu bercahaya. Cahayanya sangat silau, kami pun menutup mata kami. Tapi sebelum menutup mata aku melihat Alicorn itu terbang kesamping duri itu. dan saat kubuka mataku, Aliconr itu telah berubah kembali menjadi Alicorn berwarna pink.

“Terima kasih karena mau bertanggung jawab. Dan sebagai imbalan akan kulepaskan kutukanmu dan kutukan temanmu,” kata Alicorn.

Lalu pohon yang berada didepan gua tempat tinggal Alicorn berubah menjadi manusia, dia adalah pak Thomas memelukny. Mungkin itu adalah pak Wilton.

“Terima kasih telah menyelamatkanku,” ucap pak Wilton.

Setelah itu kami terjatuh ke lubang hitam dan saat kami membuka mata, sudah ada banyak orang yang mengelilingi kami. Termasuk ayah dan ibu.

“Syukurlah, ayo kita pulang,” ajak ayah.

Kami pun pulang bersama. Momen itu tak aka pernah kami lupakan.

-Tamat-


Balasan Perbuatan Tora

Oleh: Dzikrina Kamil

                Pada suatu hari, ada anak bernama Tora. Ia pergi ke Kebun Binatang Surabaya bersama teman-teman sekelasnya dalam rangka kegiatan outbond yang diadakan sekolah. Tora sudah menyiapkan semuanya sebelum berangkat outbond. Tapi anehnya, ia membawa buah pisang dan apel dalam julah banyak.

“Tora, mengapa kamu membawa pisang dan apel banyak sekali?” tanya Sino, sahabat Tora.

“Ssst… diamlah Sino! Aku hendak membuat pisang dan apel ini menjadi kekacauan,” bisik Tora.

“Aduh Tora, sebaiknya kamu jangan membuat kekacauan hari ini. Kamu bisa kena marah dan hukuman jika ketahuan membuat kekacauan di kebun binatang.  Memang sebenarnya apa rencanamu?” selidik Sino.

“Lihat saja nanti,” kata Tora sambil tersenyum penuh misteri.

Kemudian sampailah Tora dan teman-temannya di kebun binatang. Setelah membeli tiket, mereka semua memasuki area kebun binatang Tora mulai berjalan-jalan melihat binatang yang ada disana. Ia mencarai hewan yang pantas untuk dijadikan bahan pertunjukannya. Hingga sampailah Tora dn teman-temannya di kandang kera ekor panjang. Di area itu, banyak sekali kera. Seluruh area tempat tinggal monyet dikelilingi oleh kolam air. Sehingga kera-kera itu tidak akan bisa melewati pagar pembatas area pengunjung karena dikelilingi dengan air.

Tora pun tersenyum lebar saat melihat kera-kera itu. Ia langsung mengeluarkan pisang dan apel yang tadi telah disiapkannya sebelum berangkat dari dalam tas.

“Kamu akan membuat kacau disini?” tanya Sino yang mulai khawatir.

“Yah, begitulah,” balas Tora sambil mengupas pisang.

“Hei Tora, jika kamu melempar pisang itu tepat ke kolam, maka kera-kera itu akan mengambil pisang yang telah kamu lempar. Bagaimana jika kera-kera itu tenggelam?” Sino berusaha membujuk Tora agar tidak membuat kekacauan.

“Itu tidak akan terjadi Sino,” timpal Tora.

“Hei, kera-kera jelek! Lihat ini, ada makanan untuk kalian!” teriak Tora.

Seketika seluruh pengunjung yang berada disitu menolrh kearah Tora. Tora langsung melempar pisang ke area kandang kera. Ternyata lemparan Tora mengenai seekor kera yang tengah duduk dipinggir kolam. Kera itu pun mengambil pesang yang mengenainya tadi. Lalu tiba-tiba, kera itu melempar kembali pisangnya kearah Tora dan mengenai kepalanya.

“Dasar kera jelek!” hardik Tora kepada kera itu.

Tora kemudian kesal dan mengambil semua apel dan pisang yang ada didalam tas dan melemparnya kembali ke kera tersebut. Tapi justru pisang dan apel itu kembali dilempar oleh kera dan mengenai Tora lagi dan lagi.

-Tamat-


Misteri Nenek Tua Penjaga Kandang Beruang

Oleh: Agnesya Eka Puspita

(SMPN 1 Ngoro, Mojokerto)

                Pada suatu pagi, Kebun Binatang Surabaya sudah ramai didatangi oleh pengunjung seperti biasanya. Semua pengunjung datang bersama rekan ataupun keluarga. Mereka terlihat asyik menikmati liburan mereka . kemudian ada sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, seorang balita mungil berumur 3 tahun, dan nene tua yang berusia sekitar 80 tahun. Sang nenek terlihat sayu matanya, kulitnya sudah berkeriput, serta rambutnya sudah beruban. Keluarga itu juga terlihat sangat menikmati leburan tersebut.

Keluarga itu Keluarga itu juga terlihat sangat menikmati leburan tersebut. Mereka menyusuri kebun binatang dengan sang bayi diletakkan di kereta dorong berwarna hitam-biru. Ayah dan ibu berusaha mengenalkan binatang-binatang yang ada disana kepada bayi mereka.

Ketika mereka sedang asyik berjalan-jalan dan melihat satwa, tiba-tiba seluruh pengunjung Kebun Binatang Surabaya panik dan berlari-larian tak karuan. Para pengunjung berhamburan. Keluarga tersebut juga ikut panik. Mereka tak tau aoa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba muncullah sekelompok perampok yang hendak merampok hewan. Mereka membawa berbagai jenis senjata. Jumlah mereka lebih dari sepuluh orang, yang dipimpin oleh pria yang memakai topi koboi. Tingginya sekitar 173 cm dan berbadan tegap. Dia membawa pedang.

Semua pengunjung semakin ketakutan. Para petugas kebun binatang juga panik dan tidak tau apa yang harus dilakukan karena mereka telah disekap terlebih dulu. Kejadian itu membuat orang berhamburan tak karuan, banyak yang terpisah. Termasuk nenek yang berpisah dengan keluarganya. Nenek itu ketakutan. Ia tidak tau harus berbuat apa. Hingga pada akhirnya nenek tua itu memutuskan untuk berlindung di kandang beruang. Kandang tersebut hanya berisi seekor beruang. Sebenarnya nenek itu ketakutan saat berada didalam kandang beruang. Namun, ia tidak punya pilihan lain.

Ada beberapa pengunjung yang berusaha melawan para perampok itu. Namun mereka justru terkena tembakan dari para perampok. Hal itu justru membuat keadaan menjadi sangat kacau. Sedangkan enenk tua tadi hanya bisa pasrah bersembunyi di kebun binatang. Ia berdoa semoga ia bisa selamat dari kejadian ini.

Semakin banyak pengunjung yang terluka akibat tembakan ataupun pukulan dari para perampok. Ketika para perampok melewati kandang beruang, nenek tua itu semakin ketakutan. Ia terus berdoa kepada tuhan. Hingga para perampok tersebut mengetahui keberadaan nenek tersebut dan hendak menembaknya. Akan tetapi nenek tua memohon kepada para perampok agar tdak menembak dirinya. Kemudian perampok itu berubah pikiran dan tidak jadi menembak si nenek tua. Mereka kemudia memutuskan untuk pergi, namun sebelum itu mereka malah mengunci nenek tua di dalam kandang beruang.

Sudah berbulan-bulan nenek tua itu tetap terkurung di kandang beruang tersebut. Tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaannya. Setiap harinya, ia hanya minum air yang ada didalam kandang. Terkadang ia mengambil buah manga dari pohon yang masuk kedalam area kandang. si nenek tua juga menjaga beruang, membersihkan tubuh beruang itu dan membersihkan kandangnya. Ia juga mencarikan makanan untuk beruang. Namun, di usianya yang sudah senja, kesehatan nenek itu mulai menurun. Ia tidak mendapatkan perawatan yang semestinya. Hingga suatu hari si nenek sudah tidak kuat lagi. ia menghembuskan napas terkahirnya didalam kandang tersebut.

Beberapa hari berlalu. Para perampok itu pun akhirnya tertangkap. Polisi memeriksa setiap sudut kebun binatang. Ketika melewati kandang berung, mereka menemukan jasad nenek tua tersebut. Polisi sangat terkejut akan temuan itu. jasad nenek tersebbut segera dievakuasi oleh petugas dan dikebumikan didekat Kebun Binatang Surabaya. Berita kematian nenek tua itu segera menyebar dan menjadi buah bibir dikalangan masyarakat. Hingga kini kandang beruang itu disebut-sebut penuh misteri, karena katanya setelah kejadian ditemukannya jasad nenek tua itu, pengunjung banyak yang melihat arwah nenek tua di kandang beruang tersebut.

-Tamat-

 

Share This: