Bagaimana Menciptakan Tokoh Protagonis dalam Cerita? Simak Video Ini!

Oleh: Beryl Adjie (Staf Pemagang Copy Writer IWEC)

Dalam bahasa Inggris, seringkali tokoh utama dalam sebuah cerita disebut dengan istilah “Protagonist” atau “Hero”, dan jika perempuan disebut “Heroine”. Bahkan, tidak jarang pula orang-orang menganggap keduanya merupakan sinonim kata yang memiliki arti sama. Akan tetapi, benarkah demikian?

Jawabannya tidak.

Lho, kok bisa? Bukankah keduanya sama-sama mengacu pada tokoh utama sebuah cerita?

Ya, keduanya memang mengacu pada tokoh utama sebuah cerita, tapi peran mereka berbeda lho, Sobat.

“Protagonist” merupakan istilah literatur bahasa Inggris yang digunakan untuk menyebut tokoh utama cerita atau bisa juga disebut dengan istilah “Main Character”.

Sedangkan istilah “Hero” digunakan untuk menyebutkan tokoh, yang biasanya merupakan tokoh utama cerita dan mempunyai sebuah kekuatan yang tidak dimiliki oleh orang awam.

Seorang “Protagonist” bisa saja merupakan seorang “Hero” juga, tetapi seorang “Hero” belum tentu merupakan seorang “Protagonist”.

Waduh, kok sedikit membingungkan ya?

Eits, jangan pusing dulu, Sobat. Karena ada satu lagi pembeda antara “Protagonist” dan “Hero”, yakni “Hero’s Journey” atau dalam bahasa Indonesia bisa disebut “Perjalanan Sang Tokoh Pahlawan”.

Namun, sebenarnya apa sih “Hero’s Journey” itu? Dan apakah benar “Hero’s Journey” ini yang membuat kisah Harry Potter di dunia sihir, Katniss Everdeen di The Hunger Games, bahkan kisah Frodo Baggins di Middle-Earth memiliki kesamaan? Bukankah ketiganya memiliki cerita yang sangat berbeda sekali?

Tidak percaya? Mari simak video berikut ini:

Bagaimana, Sobat? Apakah kalian sudah mengerti?

Kalau kalian ingin membuat cerita petualangan, kalian bisa juga lho mengikuti siklus “Hero’s Journey” ini. Karena  sadar atau tidak, saat menulis kisah petualangan, biasanya para penulis akan mengikuti siklus ini.

Nah, tunggu apa lagi, Sobat. Selamat mencoba!

Share This: