BINATANG AJAIB DI DESA

(Karya: Shane, Anin, Renata, Aisha)

Anin senang berjalan-jalan di hutan dekat desa tempat tinggalnya. Suatu hari, ketika Anin sedang melihat ke dalam hutan, kabut ungu yang tebal turun dari langit. Semua tumbuh-tumbuhan yang ada di hutan layu karenanya. Anin menangis karena ketakutan.

Tiba-tiba saja Anin melihat seekor Pegasus muncul dari dalam kabut. Walaupun ukurannya tidak besar, dia mampu mengangkat Anin ke langit kemudian mengantarkannya sampai ke depan rumahnya. Sebagai ucapan terima kasih, Anin memberi Pegasus itu kalung berwarna biru yang bersinar. Semenjak saat itu, Anin selalu menyempatkan diri untuk pergi ke hutan dan bermain dengan sahabat barunya.

Semakin lama, Anin semakin jarang di rumah. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya di hutan. Aisya, teman Anin, penasaran sebenarnya apa yang dilakukan Anin di hutan. Karena Anin tak menjawab ketika ditanya, akhirnya dia memutuskan untuk mencari tahu sendiri apa yang dilakukan Anin.

Dia memergoki Anin keluar dari rumahnya menuju hutan berkabut kemudian mengikutinya diam-diam. Tentu saja Aisya kaget ketika melihat Anin bermain bersama binatang ajaib yang belum pernah dilihatnya. Melihat ada orang asing, Pegasus memberi tahu Anin bahwa ada yang mengikutinya. Anin kaget karena itu adalah Aisya, sahabat karibnya.

“Hei! Kamu harus janji jangan memberi tahu siapa pun soal Pegasus ini! Jika tidak, keselamatannya akan terancam!” Anin memberi peringatan keras kepada Aisya.

Rupanya, ancaman Anin tidak dihiraukannya. Aisya tetap menceritakan keberadaan Pegasus kepada seluruh orang di desa. Memang, tak ada warga desa yang tega untuk mengganggu makhluk ajaib itu. Namun, di kota sebelah, seorang professor yang jahat bernama Renata turut mendengar berita ini. Dia ingin sekali bertemu dan menangkap Pegasus tersebut untuk diletakkan di museum binatang langka.

Hari itu, Anin datang terlambat. Pegasus kecil sudah ditangkap professor jahat untuk dimasukkan ke dalam truknya. Tanpa pikir panjang, Anin masuk ke dalam kabut ungu untuk meminta bantuan kepada Mama Pegasus.

Tepat sebelum Pegasus kecil dimasukkan ke dalam truk, Anin datang bersama Mama Pegasus. Anin duduk di punggung Mama Pegasus, meluncur untuk menyelamatkan Pegasus kecil. Pegasus kecil tidak jadi dimasukkan ke dalam truk.

Untuk menghukum professor yang jahat, Mama Pegasus meninggalkan sihir tertentu agar Profesor Renata menyesali kesalahannya.

Mama Pegasus membawa Anin dan Pegasus kecil berkeliling hutan berkabut. Anin senang sekali berteman dengan Pegasus kecil.

 

 

Sporci yang Nakal

Karya: Nasywa (11tahun)

Sporci adalah seekor kalajenging. Ia adalah hewan yang sangat nakal. Ia suka sekali memakan tikus gurun dan suka menyengat binatang-binatang lain ketika ia sedang kesal. Ia tinggal menyendiri di terowongan yang terletak di sebuah hutan. Semua binatang dan kalajengking lainnya tidak suka Sporci karena dia adalah kalajengking yang nakal.

Saat siang hari, ada seekor kambing yang tersesat. Mereka ingin meminta bantuan Sporci.

“Halo! Bolehkah saya bertanya?” Tanya si Kambing.

“Boleh, tetapi kau harus memberiku lima ekor tikus gurun,” jawab Sporci.

“Wah, banyak sekali! Kalau begitu saya tidak jadi bertanya deh!”

Sporci pun sebal dan langsung menyengat si Kambing.

“Ouch! Sakit!” Tak lama kemudian setelah disengat, si Kambing tidak bernapas dan menutup mata selamanya.

Tak lama, seekor banteng datang menghampiri. Dia melihat Sporci menyengat Kambing.

“Hei, apa yang kau lakukan? Mengapa kau menyengatnya?”

Sporci menjawab, “Karena ia sangat menyebalkan!”

Banteng pun marah atas kelakuan Sporci terhadap Kambing. Akhirnya Sporci dibawa ke hadapan Raja Hutan. Sesampainya di depan Raja Hutan, Banteng berkata, “Yang Mulia, ia telah melakukan tindakan tidak terpuji. Ia telah menyengat seekor kambing!”

“Sporci, kamu sudah berulang kali menyengat seekor binatang! Karena kenakalanmu, aku usir kamu dari hutan ini!” ujar Raja Hutan.

Sporci merasa sedih. Ia mengemas barang-barangnya dan pergi dari hutan tersebut. Ia menyesal atas kenakalan yang ia perbuat.

Share This: