Athallah Fahrizal Anggoro: Diduga Disleksia, Ia Belajar Menulis di IWEC

Oleh: Lalu Abdul Fatah (Staf Pengajar IWEC) Athallah Fahrizal Anggoro adalah salah satu siswa di kelas menulis remaja IWEC. Ia masih duduk di kelas 1 sebuah sekolah menengah atas yang condong pada pengembangan kreativitas murid-muridnya. Ia awalnya sempat diduga mengidap disleksia. Namun, dari pengamatan kasar tim IWEC, Rizal, panggilan akrabnya, berada pada spektrum autisme ringan.[…]

Dira Ernawati, Doktor dan Pebisnis yang Membekali Putrinya dengan Buku dan Keterampilan Menulis

Oleh: Lalu Abdul Fatah (Staf Pengajar IWEC) “Menulis itu menurut saya cara paling tepat bagi semua orang untuk bisa menjadi diri sendiri. Bisa jujur mengeksplor apa yang dirasakan dan diinginkan.” (Dira Ernawati) Menulis adalah salah satu kecakapan berbahasa yang perlu dimiliki oleh setiap orang, selain menyimak, membaca, dan berbicara. Untuk mampu menulis, memang tidak mudah.[…]

Damianus Clairvoyance, Narablog Muda Penerus Raditya Dika?

Oleh: Lalu Abdul Fatah (Staf Pengajar IWEC) Damianus Clairvoyance. Ia pemilik blog dengan alamat yang sama dengan namanya. Sabtu lalu (27/5) ia mengikuti kelas menulis blog di Indonesia Writing Edu Center untuk mengisi waktu liburnya. Kebetulan ia memang baru saja lulus dari SMP 1 Petra Surabaya. Jadi, jeda menuju masuk SMA 1 Petra (sekolah idamannya)[…]

Belajar Menulis Itu Butuh Waktu Lama. Tidak Bisa Instan. Perlu Komitmen dan Konsistensi. Bisakah Orangtua Memahami?

Oleh: Lalu Abdul Fatah (Staf Pengajar IWEC) “Menulis di IWEC 18 bulan? Hah, lama banget?” “Duh, saya khawatir kalau anaknya tidak betah selama itu belajar menulis. Sayang dong, sudah sekian bulan menulis, terus berhenti di tengah jalan?” “Belajar menulis lama juga, ya? Apakah bisa dibikin singkat-singkat saja?” Di atas adalah beberapa contoh kalimat yang kerap[…]

Buku-Buku Anak yang Diangkat ke Layar Lebar. Nomor 6 Mungkin Favoritmu?

Oleh: Lalu Abdul Fatah (Staf Pengajar IWEC) Buku yang diangkat ke layar lebar alias dibikin film, kerap kali dibanding-bandingkan oleh pembaca. “Aku mending baca bukunya daripada nonton filmnya.” “Baca buku oke. Nonton  filmnya pun oke. Aku enggak ada masalah.” “Duh, aku khawatir imajinasiku selama membaca bukunya akan dirusak oleh gambar-gambar dalam film itu. Nontonnya nanti[…]

Agar Anak Keranjingan Membaca, Bagaimana Caranya?

Oleh: Maylia Erna Sutarto (Pendiri IWEC) Membaca itu seperti virus. Dalam keluarga terjangkit nikmatnya, yang lain pun ingin menikmati lezatnya. Tidak mudah bagi anak-anak menerima sekadar saran atau tuntutan untuk rajin membaca tanpa sosok panutan. Alih-alih mereka menerima, justru seribu dalih akan meluncur dari bibir mereka. Membiasakan anak sejak dini bergumul asyik dengan gunungan buku,[…]