CERITA-CERITA TENTANG AROMA

BUNGA

Oleh: Rania Shereen Fauzia

Hari ini aku dan keluargaku berencana jalan-jalan ke taman bunga. Di taman itu aku mencium bau bunga yang wangi dan segar, Kucari-cari aroma nan harum tersebut. Setelah kutemukan, ternyata itu adalah bunga lavender dan bunga mawar. Aku tidak bisa meninggalkan bunga itu, aroma mereka sangat menenangkan. Aku ingin punya bunga itu karena wanginya membuatku senang. Lama di sana membuatku betah berlama-lama. Saatnya pulang bagi keluargaku, karena aku dan keluargaku sudah dua jam berada di situ.  Aku mendengar teriakan seseorang sepertinya memanggilku.

“Kanza, ayo pulang!” ternyata ibuku memanggil.

“Iya, Bu,” kataku dan menghampiri ibu.

Kemudian aku menghampiri ibu dan berkata.

“Ibu, bolehkah Kanza membeli bunga mawar dan lavender?” pintaku.

Diam beberapa lama, akhirnya ibu menjawab.

“Boleh dengan satu syarat, kamu harus meawatnya. Kalau tidak, ibu tidak akan memberikan apa yang kamu mau,” kata ibu.

“Kanza janji akan merawatnya,” seruku girang.

Kemudian ibu membelikan bunga itu untukku. Beberapa hari ini aku rajin merawat bunganya.

 

***

 

ANAK YANG DIKUTUK

Oleh: Fabiana Nafeeza Senoputri

Pada suatu haru, ada seorang putri yang merayakan ulang tahunnya. Semua orang menyukai putri Fiona, karena dia sangat baik. Putri Fiona mempunyai seorang adik laki-laki. Pangeran itu bernama Pangeran Flynn. Pangeran Flynn tidak punya banyak teman, karena dua suka mengatur teman dan rakyatnya secara memaksa. Bahkan Pangeran Flynn kadang memukul bawahannya yang tidak mau menurut.

Saat waktunya Putri Fiona ulang tahun telah tiba, Putri Fiona sangat senang, tetapi tentu saja Pangeran Flynn mengatur dengan sangat tidak jelas. Koki membuat kue yang paling enak. Bagaimana tidak, armoanya saja tidak bisa dijelaskan saking enaknya, tapi Flynn hampir mengacaukan pestanya dan selalu memukul pembantu yang tidak menurutinya.

Tiba-tiba saat hendak memotong kue ulang tahun, ada bau yang sangat tidak enak.

“Bau tidak enak apa ini? Apakah ini sihir?” tanya anggota kerajaan.

“Bukan! Ini Flyinn yang memberi kue untuk Fiona!” jawab anggota keluarga yang lain.

“Tapi mengapa bisa kue itu bau padahal koki yang membuatnya?”

Flynn kemudian mencoba memegang minuman sari buah yang segar. Segera minuman itu menjadi berbau tidak enak. Orang-orang yang mencium aroma itu, menyadari bahwa Flynn telah dikutuk karena kelakuannya yang buruk. Sejak saat itu, Flynn tidak berani mengatur-atur lagi.

 

***

MINA SI GADIS YANG SUKA MAKAN

Oleh: Meryllia Sasikirana

Mina adalah anak yang suka sekali makan. Mina mempunyai tubuh yang besar dan gemuk, tetapi ia tidak pernah diejek oleh teman-temannua. Suatu haru, sepulang sekolah, Mina menicum aroma makanan yang enak. Ya, aroma itu berasal dari masakan ibunya. Mencium aromanta saja sudah membuat ia sangat lapar. Ia pun bergegas masuk ke rumah dan melihat ibu sedang memasak di dapur. Dasar Mina, melihat ibunya memasak malah tidak membantunya.

Masakan yang ditunggunya pun akhirnya jadi. Mina yang sedari tadi menunggu hingga bosan, akhirnya berteriak senang. Mina memakan masakan ibunya dengan lahap. Ibunya tersenyum melihat apa yang dilakukannya. Setelah makan banyak sampai kenyang, Minapun tertidur nyenyak di kamarnya.

Saat terbangun dari tidur, Mina beranjak keluar dari kamarnya. Dilihatnya banyak makanan di atas meja makan. Ada snack dan kue-kue kering maupun basah. Tanpa basa-basi, Mina segera melahap sajian yang ada di atas meja itu.

Tanpa sepengetahuannya, ibunya rupanya melihat dari belakang. Beliau terejut dan langsung menghampiri Mina.

“Mina, ini bukan untuk kamu, Nak!” seru ibunya dengan wajah panic.

“La-lalu ini semua untuk siapa?” tanya Mina.

“Duh, Mina, ini semua untuk tetanggamu, Mina. Kamu lupa ya kalau ibu sekarang berjualan kue?”

Mina hanya bisa melongo mendengarnya. Ia langsung meminta maaf kepada ibuny atas sifatnya yang tak tahu diri itu.

“Karena Mina sudah menghabiskan kuenya, Mina harus membantu ibu membyat kue-kue ini lagi, ya!” kata ibu.

“Iya, Bu,” jawab Mina dengan memelas.

Mina dan ibunya pun membuat kue-kue itu lagi. Aroa kue-kue itu membuat Mina ingin memakannya, namun ibunya langsung melarang. Setelah semua kuenya jadi, Mina mengantarkan kue-kue itu kepada tetangganya. Selesai mengantar kue, Mina duduk di sofa. Ia beristirahat sebentar menonton TV. Ibunya membawa sepiring tempe goreng tepung.

“Ini buatmu, Minna, karena kamu sudah membantu ibu.”

“Benarkah? Makasih, Bu!” Mina dengan senang hati melahap masakan ibunya. Ia mengacungkan jempol pada ibunya yang tersenyum melihatnya makan banyak.

Malam harinya, Mina sudah tertidur sejak pukul delapan malam. Dalam tidurnya, Mina bermimpi sedang makan kue yang sangat besar. Hal itu rupanya diketahui oleh ibunya. Beliau rupanya melihat Mina menggigit gulingnya. Ibunya tertawa saat melihatnya. Ada-ada saja Si Mina.