Enam Cerita dalam “Romansa Persahabatan”

Romansa Persahabatan - Buku
Enam penulis cilik berkolaborasi menerbitkan sebuah buku

Suka berimajinasi tentang dunia peri, Kamila Wahyulita Hardiana (Lita) menulis tentang “Petualanganku di Fairy Land”. Ngefans sama girlband SNSD asal Korea, Nazhifa Ainan Rafifah (Ainan) dapat ide membuat tulisan berjudul “Seo Joo Hyun, I Love You”. Ashalina

Ghina Razak (Asha) yang usianya masih tujuh tahun, penasaran banget sama burung hantu. Maka dia dengan lancar menulis cerpen bertitel “The Snowy Owl”. Karya mereka bersatu dalam buku antologi “Romansa Persahabatan” yang diluncurkan di Heerlijk Library Surabaya, Minggu, 5 April 2015 siang.

Buku ini juga memuat cerpen tiga penulis cilik lain. Ada “Asal Usul Telur Emas” garapan Nasywaa Irma Hardiyanti (Nasywaa), “Alexandrea, Anak Kucing yang Hilang” milik Shafira Kamila Ramadhani (Shafa), serta “Keki Sang Petualang” oleh Dinara Adya Shafira (Dinara). Buku “Romansa Persahabatan” merupakan hasil belajar mereka sejak September 2014 di Indonesia Writing Education Center (IWEC).

Sang guru, Maylia Erna Sutarto, nggak menyuruh mereka membuat tulisan dengan satu tema khusus. Sebaliknya, ia membiarkan anak-anak ini menulis tentang apa yang mereka sukai. “Saya nggak mau membatasi daya imajinasi anak-anak,” kata Maylia, yang juga CEO IWEC. Cara ini terbukti sukses. Ainan, Asha, Lita, Nasywaa, Shafa dan Dinara sangat menguasai apa yang mereka tulis. Masing-masing mengirim dua tulisan (eh, ada juga yang lebih) pada Maylia  untuk diseleksi. Maylia kemudian menyuntingnya, dibantu Winta Hari Arsitowati, lulusan Fakultas Sastra Inggris Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang juga mengajar di IWEC.

Menulis tentang apa yang ia suka, Shafa mengaku jadi nggak kesulitan menyelesaikan cerpennya,  “Alexandrea, Anak Kucing yang Hilang”. Alasannya sederhana. “Saya senang kucing, di rumah pelihara lima ekor,” kata bocah kelahiran Surabaya, 10 Oktober 2006 ini. Sang bunda, Retno Kurnia, mengaku sangat terharu melihat kemajuan yang dicapai Shafa. “Dia sebenarnya pemalu, tapi memberanikan diri berbicara di depan orang seperti ini tentang tulisannya. Saya nggak maksa Shafa harus jadi penulis. Skill menulis akan jadi bekalnya menjalani profesi apa pun nanti,” urai Retno.

Di antara para penulis, ada dua bersaudara Nasywaa dan Lita, yang sama-sama bersekolah di SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Menurut sang bunda, Dyah Primaretnani, yang didampingi eyang Hj Koes Indiya, merupakan kebahagiaan bisa melihat dua putri ciliknya berkarya dalam satu buku. “Lita itu sudah pernah menulis buku hasil pelatihan di sekolah, waktu kelas empat. Sekarang dia kelas enam. Adiknya ternyata tertarik ikutan belajar nulis,” terang Dyah.

Kebahagiaan yang sama juga dirasakan keluarga Ainan. Mereka datang ramai-ramai memberikan dukungan untuk murid SDIT Al Ibrah Gresik ini. Mulai papa Aries Ibnu Abbas, mama Yovana Maharani, kakak Fidhia Ainun Khofifah, adik Muhammad Daffa Ramadhan, sampai nenek Sri Murti dan datuk Purwanto yang jauh-jauh datang khusus dari Madiun.

Menurut Sri, menulis berdampak sangat positif untuk cucu tersayang. “Emosinya ditumpahkan ke sana. Dulu dia kalau lagi jengkel, marahnya bisa heboh. Sekarang kalau marah, dia menulis. Ainan jadi lebih bisa mengontrol emosi,” terang Sri. Yofana menambahkan, Ainan memang sudah berbakat menulis sejak kelas 1 SD. Itulah kenapa Yofana tekun mengantar Ainan jauh-jauh dari Gresik ke Surabaya tiap weekend untuk belajar di IWEC. “Dia lagi nyiapin sebuah proyek tulisan tentang misteri,” bisik Yofana membocorkan.

Peluncuran buku “Romansa Persahabatan” sekaligus mengawali tahun ajaran baru di IWEC. Sebelum acara mulai, anak-anak mengikuti pelajaran menulis di Heerlijk Library. Bagi Erna, bukan hal baru membawa murid-muridnya belajar di luar graha IWEC di kawasan Jemursari Selatan. Ia sudah cukup sering mengajak anak-anak ini berwisata dalam kota dan menulis langsung pengalaman mereka di sana. “Kami masih buka pendaftaran kok. Silakan bergabung bagi yang ingin jadi penulis hebat seperti anak-anak ini,” ajak Erna.

 

Teks: HAFIDA INDRAWATI 

Foto: HAFIDA INDRAWATI

Sumber: Superkids Indonesia

Share This: