Halo, Para Remaja! Ini 10 Tip Menulis, Spesial Buatmu Lho…

Oleh: Lalu Abdul Fatah (Staf Pengajar Menulis)

Menulis bukan lagi monopoli orang dewasa. Remaja, bahkan anak-anak pun, sudah mulai jago menulis. Buktinya adalah karya-karya yang beredar di toko buku. Coba kamu main ke toko buku atau perpustakaan, kamu bisa jumpai para penulis yang masih berusia belia. Belasan tahun.

Nah, jika kamu adalah salah satu remaja yang pengin punya karya, kamu perlu sekali membaca tip menulis berikut ini. Spesial buatmu!

  • Menulis tiap hari

Menulis bukan bakat. Ia juga bukat pengetahuan. Tapi, menulis adalah keterampilan. Nah, sebagaimana keterampilan lainnya, seperti menyetir mobil atau memangkas rambut, seseorang akan mahir kalau ia tekun berlatih.

  • Gabung di klub penulis, ikuti pelatihan, atau kemah penulisan

Tidak ada cara lain untuk menjadikanmu mahir menulis, kecuali mendekatkan dirimu dengan lingkaran para penulis juga. Sama seperti yang dikatakan Nabi Muhammad. Bertema dengan penjual minyak wangi, kamu akan kecipratan wanginya. Nah, kalau berkawan dengan para penulis? Oke, paham, kan?

  • Jadilah pelahap kata

Semakin banyak kata-kata yang kamu konsumsi, akan semakin banyak pula ‘senjata’mu untuk menulis. Kamu punya perbendaharaan kata yang banyak. Kamu mau mengekspresikan imajinasi atau bentuk emosi apa pun, kamu bisa melukiskannya lewat aksara.

  • Baca lagi dan lagi

Mutlak sudah. Membaca adalah amunisi seorang yang ingin menjadi penulis. Semakin banyak karya bagus yang kamu baca, semakin kaya juga referensimu. Kamu akan punya teladan alias contoh penulis bagus. Dan, jangan puas.

  • Jangan terpesona terlalu lama

Bisa jadi ada kata, frasa, atau kalimat yang kamu benar-benar sukai. Lantas, kamu menggunakan dengan teramat sering. Sampai-sampai orang mati kebosanan membaca tulisanmu saking seringnya menemukan diksi tersebut. Nah, kamu harus segera berpindah dari zona nyaman keterpesonaan itu. Cari tahu terus diksi yang lebih fantastis, fenomenal, atau luar biasa.

Fairuza Hanun Razak, penulis remaja berusia 12 tahun yang telah menulis 3 buku dalam bahasa Inggris
Fairuza Hanun Razak, penulis remaja berusia 12 tahun yang telah menulis 3 buku dalam bahasa Inggris
  • Detailkan hal yang biasa

Di rumahmu ada kulkas? Sofa? Lukisan? Vas bunga? Keset? Jika iya, coba deskripsikan benda-benda tersebut dengan detail. Ini cara kamu untuk meningkatkan keterampilanmu dalam menulis. Benda-benda itu saking biasanya kamu lihat, citramu mungkin akan tumpul terhadapnya. Maka, sekarang, latihlah dirimu untuk mengamatinya dengan jeli, lalu menuliskannya. Gunakan pancaindramu ya!

  • Minta pendapat orang lain

Banyak pengarang yang melewati masa-masa ‘sulit’ karena menerima kritikan atas karya yang ia bikin. Jika ia seorang penulis yang mau terus belajar, maka ia akan menerimanya dengan lapang dada. Bukankah buku-buku bagus yang kamu baca, pastinya melewati seleksi ketat editor? Nah, jika kamu belum punya editor profesional, setidaknya minta pendapat orangtua, adik atau kakak, sahabat, atau pacarmu.

  • Ambil risiko

Jangan takut untuk bereksperimen dengan genre baru, setting baru, atau karakter baru. Kalau kamu tidak berani mencoba, kamu takkan pernah tahu apa yang bakal terjadi. Jadi, kamu pun harus jadi manusia pemberani. Berani tumbuh sebagai penulis.

  • Temukan mentor

Mintalah saran, tip, atau masukan dari penulis yang sudah memiliki banyak karya. Pengalaman mereka teramat berharga untuk kamu lewatkan. Tanya saja mereka. Minta pendapat atau nasihat mereka. Kamu bisa rasakan energi yang ditularkan oleh mereka. Kamu pun bisa kembali semangat menulis.

  • Jangan menyerah

Menjadi penulis yang beken tidak terjadi dalam semalam. Para penulis yang kamu elu-elukan karyanya, terjual laris alias best seller, itu berproses dalam hitungan tahun. Dan tentu saja mereka tidak pernah menyerah. Mereka adalah orang yang bermental baja.

Kamu punya tip menulis lainnya? Silakan bagikan di kolom komentar, ya!

Share This: