Hidupku Seorang Autis

Oleh: Maylia Erna Sutarto (Pendiri IWEC)

art for autismsumber: arttherapyforautism.com
Aku adalah bagian darimu
Terlahir atas kehendak Rabb ku
Masuk mengisi kisah umat manusia
Karena kehendakNya pula aku menjadi istimewa
Meski engkau melihat aku berbeda

Mungkin engkau tidak mengerti aku
Apa yang terjadi di dalam tubuhku
Bersemayam diantara sinap-sinap otakku
Dibagian yang tak terlihat oleh manusia

Barangkali kalian melihatku dengan geli
Tingkahku tak layak dengan usiaku
Menggelitik selera humormu diatas sakitku
Apakah menurutmu itu manusiawi?

Engkau berikan tangis kepada bunda-bunda yang mengasihiku
Karena olokmu
Benar aku tidak dapat mengontrol emosiku
Tapi aku ingin tunjukkan bahwa aku tak suka
Benar aku tak mengindahkan sapamu
Karena aku bahagia hidup diluar duniamu

Ibu. . .
Tetes demi tetes kasih sayang engkau tuangkan
Meski engkau tahu aku berlarian tak karuan di pestamu
Meski engkau terkadang malu kepada tamumu
Itu karena aku bahagia

Ibuku sayang. . .
Maafkan aku saat aku mencengkerammu kuat-kuat
Ampuni aku saat memukulmu tanpa batas ampunan
Meraung sejadi jadinya karena aku kesal

Aku ingin diterima. .
Aku ingin menjadi bagian dunia sepertimu bunda, ayah. .
Menjadi bagian dari saudara2ku yang tumbuh normal
Menjadi setengah dari kehidupan bumi ini yang istimewa
Karena kami memang istimewa

Walau terkadang tanpa engkau tahu kawan,
Aku pedih merasakan pandanganmu yang penuh keengganan
Aku pilu seperti tertusuk sembilu mendengar sakit yang kuderita kau jadikan humor kering
Aku terkapar kembali kedalam kamar- kamar rawatku dengan ceceran luka
Membuatku kembali manarik diriku enggan bersamamu
Aku bahagia duniaku tanpamu
Aku merdeka duniaku tanpa hujatanmu
Karena engkau tak pernah mau mengenalku
Padahal aku adalah pesan istimewa dari Rabb ku
Hingga kau akan menjadi lebih bersyukur karena kau bukanlah aku

Meski engkau masih tak mau,
Aku tetaplah aku
Berjuang berdua bersama bundaku
Bersujud memohon kesembuhanku
Karena hanya Rabb ku yang meringankan deritaku
Karena bundaku membantuku menjadi sosok baru
Yang mandiri
Yang bermanfaat
Yang hanya mengerti hitam dan putih

 

*Puisi ini dibacakan pada acara Art for Autism di Main Atrium, Grand City Surabaya pada Minggu, 3 Mei 2015

Share This: