IWEC HOLIDAY PROGRAM “ISLAMIC HISTORY BOARDING CAMP”

              Generasi muda islam di zaman keemasan islam merupakan generasi terbaik di zamannya. Cerita tentang keberhasilan mereka menjadikan agama islam meraih puncak kejayaannnya di masa itu sudah sepatutnya dijadikan teladan bagi anak-anak muda di zaman ini. Coba tengok saja kisah tentang Muhammad Al-Fatih, pemuda muslim yang sudah tidak diragukan lagi kecerdasannya. Dalam usianya yang masih belia, Al-Fatih sudah memikul tanggung jawab sebagai seorang raja di kerajaan Utsmani. Dan karena kecerdasannya itu pula, ia mampu menaklukkan konstantinopel dan membangun peradaban Islam di benua biru. Muhammad Al-Fatih merupakan figur pemimpin hebat yang berhasil di usia muda.

              Selain Muhammad Al-Fatih, masih ada banyak sekali tokoh-tokoh muslim yang kisah hidupnya patut dijadikan teladan. Sebut saja Salahuddin Al-Ayyubi yang melegenda dan mengispirasi, ia merupakan panglima perang yang dijuluki Singa Padang Pasir yang memiliki peran penting pada perang salib. Kemudian Ibnu Sina, yang kita ketahui sebagai bapak kedokteran modern, lalu Al-Faraby seorang filsuf islam, dan masih banyak lagi.

              Sejarah islam merupakan bagian penting dari peradaban kaum muslim. Mengenalkan sejarah dan tokoh-tokoh di dalamnya kepada generasi muda juga penting. Sebagaimana kita ketahui bahwa anak adalah peniru ulung, sudah sewajarnya para orang tua mengenalkan mereka pada tokoh-tokoh muslim yang dapat dijadikan panutan, figur yang patut diteladani kisah hidupnya. Karena bangsa kita membutuhkan generasi penerus yang dalam dirinya tercermin semangat para tokoh-tokoh muslim. 

              Sadar akan hal itu, kali ini IWEC di Jakarta membuat sebuah kegiatan spesial di musim libur sekolah bertemakan sejarah islam dalam sebuah program bernama “Islamic Hostory Boading Camp”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan tokoh-tokoh muda muslim yang memiliki pengaruh besar pada masa kejayaan islam. Pemateri yang turut diundang tidak tanggung-tanggung, Hanif Subhi, seorang spesialis Islamic History yang memandu perjalanan Islamic Journey ke negara-negara Islam dan Turki. Para peserta diajak berkelana oleh pemateri melintasi waktu menyimak kisah-kisah heroik para pemuda islam berabad-abad silam.

              Selain belajar tentang sejarah islam, para peserta program Islamic History Boading Camp juga diarahkan untuk membangun sebuah ide cerita yang syarat akan nilai-nilai islami dengan dibantu oleh para guru menulis IWEC di Jakarta.  Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari berturut-turut ini sukses melahirkan karya-karya original bernilai islami. Dari sekian naskah yang terkumpul, dipilih 4 naskah terbaik yang dapat sahabat IWEC baca. Yakni sebuah naskah karya Kayla dengan judul The Favourite, Safiy dengan judul The Inspiring, kemudiann The Talented yang ditulis oleh Izza dan The Young yang ditulis oleh Ashoufi. Keseruan kegiatan ini tidak berhenti sampai di situ saja, selepas menuliskan naskah cerita mereka, para peserta juga di ajak untuk mempresentasikan masing-masing karya mereka di depan. Hal ini tentu dapat melatih kepercayaan diri mereka untuk tampil dihadapan banyak orang.

The Favourite oleh Kayla

The Inspiring oleh Safiy 

The Talented oleh Izza

The Young oleh Ashoufi

              Diharapkan, dengan adanya program Islamic History Boarding Camp ini dapat memberi kontribusi bagi terbentuknya generasi terbaik yang mengamalkan nilai-nilai islam dalam kehidupannya serta menjadi generasi berbudaya yang sadar akan pentingnya literasi. Karena dengan menulis, kita bisa membuat perubahan besar di dunia ini.

 

 

Share This: