Memet The Pede

Cerita: Anin, Kiki, & Iza (Siswa IWEC)

Ilustrasi: Annela Dhona (Mahasiswi DKV ITS)

 

Setelah sarapan, Memet bersiap-siap berangkat menuju IWEC. Hari ini adalah hari pertama Memet les menulis di IWEC yang merupakan singkatan dari Indonesia Writing Edu Center.

Memet mengambil sepeda pancalnya dan siap berangkat ke IWEC. Sesampainya di IWEC, ia memarkir sepedanya dan langsung masuk ke dalam. Tidak lupa ia membuka pintu dan mengucap salam dengan gelora semangat yang tinggi. Memet menuju ke kelasnya. Dan ia tampak sangat ceria. Tetapi di kelasnya masih sepi, ia memilih untuk duduk di tengah. Ia memulai harinya di kelas yang sepi dengan nyanyian kecilnya.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya teman-teman Memet datang. Mereka duduk dan menunggu guru mereka datang. Sembari menungu, Memet berkenalan dengan teman-teman di kelas. Mereka semua sangat baik dan akrab kepada Memet.

“Hai! Siapa namamu?” tanya Memet ke seorang anak perempuan yang duduk di sebelahnya.

“Oh, hai. Namaku Rania. Kamu siapa?” Rania bertanya balik ke Memet.

“Aku Memet. Senang berkenalan denganmu,” jawab Memet dengan semangat.

Mereka berdua mengobrol dan saling bercerita hingga akhirnya seorang guru laki-laki masuk ke kelas.

“Assalamualaikum…” sapa guru laki-laki itu.

“Wa’alaikumsalam…” jawab seisi kelas semangat.

“Wah! Banyak juga yang ikut kelas ini. baiklah, saya perkenalkan diri saya dulu ya. Nama kakak, Kak Gob. Kakak di sini yang akan mengajar kalian semua,” ucapnya memperkenalkan diri.

“Salam kenal Kak Gob!” seru seisi kelas gembira.

“Baik, sekerang kakak minta kalian memperkenlkan diri kalian masing-masing di depan kelas,” lanjut Kak Gob tidak kalah semangat.

Di saat bersamaan, kelas menjadi hening seketika. Dengan percaya diri, Memet maju ke depan kelas dengan percaya diri.

“Nama saya Memet. Saya kelas empat. Rumah saya tidak jauh dari sini. Hobi saya menulis.”

Kak Gob menyampaikan salam kepada Memet, “Hai Memet. Selamat datang di IWEC, ya.”

“Terima kasih, Kak Gob,” jawab Memet sambil kembali ke tempatnya.

“Ada yang lain?” tanya Kak Gob.

memet-the-pd

Kelas kembali hening kembali tanpa satu pun suara. Tidak ada yang mau maju. Hingga akhirnya dengan malu-malu Rania meninggalkan kursinya dan berdiri memperkenalkan diri di depan kelas.

“Hmm…nama saya Rania. Saya kelas empat. Saya ke sini diantar oleh orangtua,” ucap Rania dengan suara yang teramat pelan.

Kak Gob tidak mampu mendengar suara Rania. Kak Gob pun menghampiri Rania dan menanyakan kembali siapa namanya. Masih dengan suara yang pelan, Rania kembali memperkenalkan diri.

Kak Gob mengangguk-angguk sambil tersenyum, berusaha memaklumi mereka yang masih malu-malu.

“Oke, daripada kelamaan, ayo kita mulai kelas ini!” ucap Kak Gob penuh semangat.

Kak Gob membagikan kertas kepada semua anak dan memberi tugas mereka untuk menulis cerita bebas. Ada yang menulis pengalaman mereka, menulis cerita persahabatan, dan lain-lain. Kak Gob berjalan sambil melihat-lihat cerita yang ditulis. Sesekali Kak Gob berhenti dan membaca salah satu cerita yang masih ditulis oleh salah satu anak. Kak Gob terlihat terdiam sambil mengangguk-angguk.

Setelah semua selesai, Kak Gob meminta masing-masing anak membacakan cerita mereka di depan. Lagi-lagi dengan pedenya Memet maju ke depan kelas terlebih dahulu. Setelah Memet, Kak Gob meminta Ranis untuk membacakan ceritanya di depan kelas dengan keras. Tetapi, Rania menolak mentah-mentah. Ia masih meras malu untuk bersuara keras dan maju ke depan.

“Ayo, siapa yang ingin bercerita?” tanya Kak Gob.

Semuanya masih diam. Masih malu-malu untuk maju ke depan.

“Masa Cuma Memet yang pede?” tanya Kak Gob sekali lagi. Tapi semua tetap tidak ada yang berani maju ke depan kelas.

Akhirnya Kak Gob memutuskan untuk dia saja yang membacakan ceritanya. Tidak terasa tiba waktunya pulang untuk murid-murid IWEC. Mereka pulang membawa pengalaman baru untuk diceritakan kepada orangtuanya. Memet yang pede juga menceritakan pengalamannya kepada kedua orangtuanya. Orangtua Memet bangga karena Memet berani dan percaya diri memperkenalkan diri sekaligus membacakan ceritanya di depan kelas.

Share This: