MOVE UP

Oleh: Rania Arifa (Siswa Kelas menulis IWEC)

            Seisi sekolah terkejut! Cewek paling famous di Teitan International School menggandeng seorang cowok. Cowok beruntung itu adalah Toiru Heiji. Senior kelas dua belas kelas yang berhasil mendapatkan hati cewek paling terkenal di sekolah. Hwang Chetana yang lebih sering dipanggil Cheta. Satu sekolah pasti mengenalnya sebagai cewek paling cantik yang sering mewakili sekolah untuk kontes-kontes kecantikan dan sejenisnya.

                Tak bisa dipungkiri, Toiru memang sangat beruntung karena bisa mendapat hati Cheta. Dilihat dari penampilannya sekilas, tidak salah jika Cheta menjadi cewek paling hits di sekolah. Parasnya yang cantik dengan tubuh ideal  dan kulit putih bersih. Ditambah hidung mancung, mata coklat, dengan tinggi yang ideal. Semua itu membuatnya tampak semakin sempurna.

                Selain penampilannya yang oke banget, Cheta juga memiliki kebiasaan unik dengan memberi hadiah kepada teman-temannya. Hal itu semakin membuat orang lain yang baru mengenalnya, semakin menyukai dan mengagumi. Tak heran, banyak teman-temannya yang sering membantu soal urusan sekolahnya.

                Saat di kelas, Cheta bisa disebut murid yang biasa saja. Cheta tidak terlalu pintar dalam mata pelajaran apapun. Pernah satu waktu, Cheta kepergok oleh Miss Seiran yang sedang mengajar pelajaran Bahasa Inggris. Cheta sedang tidak fokus saat pelajaran karena memikirkan persiapan kontes kecantikannya. Cheta mendapatkan hukuman karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari Miss Seiran.

            Meskipun begitu, kekurangan Cheta tidak dapat menghapus rasa kagum para fansnya. Teman-teman Cheta tetap mengagumi perangai Cheta yang dianggap terlalu sempurna.

***

                Sore nanti, Toiru, mengajak Cheta pergi jalan-jalan ke Taman Bermain Beika. Cheta pun mengiyakan ajakan Toiru tersebut. Mereka pergi bersama-sama mengendarai mengendarai scooter kuning milik Toiru. Mereka menghabiskan sore di taman dengan obrolan-obrolan seru ditemani ice cream kesukaan Cheta. Semenjak saat itulah, Cheta dan Toiru semakin dekat.

            Esok harinya, semua murid di Teitan International School pun dibuat kaget oleh Cheta dan Toiru yang berangkat bersama mengendarai scooter Toiru ke sekolah. Bisik bisik mengenai keduanya pun mulai terdengar, namun keduanya berusaha tidak memedulikannya. Apalagi setelah Nishida Mai, sahabat Cheta yang paling dekat dengannya.

            “Udah, Che. Nggak usah peduli sama mereka, mereka cuma jealous sama kamu,” ujar Mai meyakinkan. Cheta pun percaya ucapan Mai dan tidak memperdulikan kabar simpang siur tersebut.

***

            Malam hari, saat Cheta belajar di kamarnya yang serba pink, Ayah menghampiri dan menyodorkan sebuah brosur. Ayah menawarkannya untuk ikut lomba menyanyi lagu seriosa ciptaan sendiri di Tokyo. Cheta pun menyanggupi tawaran ayahnya itu.

            “Bisa jadi ini adalah langkah awalku untuk jadi penyanyi seriosa. Kalau aku menang, orang tua dan teman-temanku pasti bangga. Apalagi Toiru,” batin Cheta menggerutu dalam angan.

            Setelah berkhayal apa jadinya jika Cheta memenangkan lomba menyanyi nanti. Dia mendapati di luar sedang hujan lebat. Ia tiba-tiba terpikir untuk menulis sebuah lirik lagu di saat hujan seperti ini. Menurutnya, suasana saat hujan akan sangat mendukung moodnya dalam menulis.

            Keesokan harinya, Cheta ingin menceritakan keikutsertaannya dalam lomba menyanyi seriosa di Tokyo kepada Mai dan Toiru. Tapi, dia urung menyampaikan karena mendapati Mai dan Toiru sedang bertengkar. Saat istirahat tiba, Cheta baru berani bertanya kepada Mai.

            ”Tadi kamu bertengkar sama Toiru, kenapa? Toiru ada salah apa sama kamu?” tanya Cheta penasaran.

            “Eh, ngga ada apa-apa kok. Kamu tenang aja, Che” jawab Mai sedikit gelagapan.

                Sedikit kesal dengan jawaban Mai, Cheta pun pergi ke kantin untuk mencari Toiru. Memastikan jika sahabat dan orang spesial di hatinya baik-baik saja.

            “Kamu bertengkar ya sama Mai? Kenapa?” tanya Cheta tiba-tiba.

            “Eh, oh, nggak ada apa-apa kok, Che. Cuma selisih paham aja. Sini duduk temenin aku makan,” jawab Toiru dengan tampang kaget dan mengalihkan pembicaraan.

                 Sesampainya di rumah, Cheta masih tidak puas dengan jawaban Mai dan Toiru. Ia diam-diam menaruh curiga kepada keduanya. Diapun mengonfirmasi kembali alasan mereka bertengkar via WhatsApp. Dalam chat mereka, keduanya berusaha menghindar. Tidak ambil pusing, Cheta pun tidur berusaha tidak peduli.

***

            Mai menampar pipi kanan Cheta dengan sangat keras. Cheta shock dibuatnya. Setelah nya, dengan kasar Mai berkata pada Cheta.

            “Pulang sekolah langsung ke kelasnya Toiru, nggak usah komen apa-apa!” bentak Mai pada Cheta. Cheta masih bingung dan tidak tahu apa-apa.

            Sepulang sekolah, Cheta pun bergegas menuju kelas Toiru sesuai intruksi Mai. Ia bahkan rela meniggalkan latihan modelingnya demi menuntaskan rasa penasaran. Sesampainya di kelas Toiru, Cheta kaget dengan pemandangan yang dilihatnya. Mai memeluk erat Toiru sambil sedikit terisak.

            “Kalian sedang apa?” tanya Cheta terbata-bata.

            Kaget karena Cheta datang dengan tiba-tiba, mereka saling melepas pelukan satu sama lain.

            “Oh, sudah datang? Kamu datang lebih cepat dari yang kita kira. Sebelum kamu tahu dari oang lain, aku dan Toirumau ngasih tahu langsung ke kamu,” ujar Mai memulai percakapan. “Realita yang ada di depanmu itu nggak semulus yang kamu kira, Che! Mencintai seseorang itu nggak segampang yang kamu kira!” lanjut Mai yang semakin membuat Cheta bingung.

            Belum habis rasa bingung, kecewa, dan sedih Cheta, Toiru mendekat sambil berkata.

            “Ini semua nggak akan jadi rahasia lagi, Che. Kamu harus secepatnya tahu. Aku dan Mai sudah pacaran sejak kita dekat waktu itu. Aku cuma ngerjain kamu,” jelas Toiru tanpa sedikit penyesalan.

            “Kenapa kalian jahat banget sama aku? Aku bahkan nggak tahu, dosa sebesar apa yang pernah kulakukan ke kalian. Kalian nggak bercanda, kan?” tanya Cheta sambil mengusap matanya yang berurai air mata kesekian kalinya.

            “Bercanda, maksud kamu? Kamu masih ajah bodoh ya, Che,” tanya Mai dengan judesnya.

            “Bodoh, maksud kamu? Kalian beneran pacaran? Toiru Heiji? Nishida Mai?  I really don’t believe it! Tapi, kenapa kalian setega ini padaku? Kalian adalah orang yang paling dekat denganku, aku percaya sama kalian,” kata Cheta terbata-bata karena masih belum percaya sepenuhnya pada kejadian yang dialaminya selama tiga puluh menit terakhir. Tubuhnya bergetar, air matanya bercucuran hingga terisak.

            “Kamu masih tanya kenapa kita ngelakuin ini ke kamu? Inget, Cheta! Nggak semua orang itu suka sama kamu. Jangan sok jadi cewek paling hits di sekolah! Kita udah ngerencanain ini sejak lama, and you can see! We win in this game!” papar Mai masih dengan tatapan judes.

            “Ya, Mai benar. Cheta, aku nggak pernah punya rasa cinta sedikitpun ke kamu. Maybe you should know that, start from now!” lanjut Toiru.

            “Kalian semua lebih jahat daripada tokoh antagonis yang ada di novel Teenlit yang pernah kubaca. I hate you all!” kata Cheta sambil beringsut pergi.

***

            Dua minggu setelah kejadian di kelas Toiru.

            Cheta berada di aula Ooba Stadium Tokyo, menunggu nomor gilirannya untuk menunjukkan bakat menyanyi seriosa  di atas panggung dalam lomba menyanyi seriosa tingkat nasional yang diikutinya. Di sampingnya, ada ayah yang selalu mendukung selama ini. Namun, ayah sama sekali tidak mengerti kejadian yang menimpa anaknya dua minggu yang lalu. Ayah masih mengira hubungan Cheta, Mai dan Toiru baik baik saja. Lama atau sebentar, Cheta harus menceritakan kandasnya persahabatannya dengan Mai dan Toiru.

            Tiga puluh menit setelah penampilannya di panggung…

            Cheta dan ayah bereuforia atas menangnya Cheta dikompetisi tingkat nasional itu. Ya, Cheta menang dalam kompetisi itu dan mendapat gelar “The Best Female Songwriter 2019”. Dengan lagunya yang ditulis sendiri berjudul “If You”, mampu menyentuh hati 5 juri terkenal se Tokyo.

 ***

            Satu minggu setelah kemenangan Cheta.

                        I can’t do everything

                        Like a fool, I’m standing here

                        I remember you

                        If you, still love me

                        Can’t we get back together?

            Lagu itu dinyanyikan  Cheta setelah dia menceritakan apa yang dia alami 3 minggu yang lalu di sekolah kepada ayah. Reaksi ayah sangat kaget atas berakhirnya hubungan persahabatannya dengan Mai dan Toiru. Meski begitu, dukungan semangat dari ayahnya yang tak pernah luntur dan membuat Cheta semakin bersemangat menghadapi realita di masa mudanya.

            Di laptopnya, Cheta menulis cuplikan lagu Hope Not yang dinyanyikan oleh girl band terkenal, BlackPink.

                       For you, I’m okay with being hurt

                       But you, the love you want

                       You need to meet someone better than me and be happy

            Lagu itu sangat mewakili perasaannya untuk Toiru, kisah cinta pertama dalam hidupnya yang berakhir menyedihkan. Ditambah sahabatnya yang sangat dipercayai, meghianatinya sedalam ini. Cheta kembali melanjutkan hidup dengan fokus pada dunia modeling dan menyanyinya. Ia semakin sering diundang ke acara di stasiun TV terkenal di Tokyo. Lagu yang ia tulis dari cerita tragisnya bersama Toiru menjadi top song di Tokyo.

            Setulus hati, Cheta sudah memaafkan Toiru dan Mai. Meskipun sebaliknya, Mai dan Toiru malah semakin membenci Cheta karena semakin naik daun dan terkenal di Tokyo. []

 

Share This: