‘On’ Homeschooling

Oleh: Maylia Erna Sutarto, pendiri IWEC

Jauh dari pemikiran orang tua pada umumnya, tidak sulit buat saya untuk mengambil keputusan besar yang tidak lazim di dalam masyarakat.

Tahun 2005 saya mengawali keputusan sebagai ibu rumah tangga penuh waktu hanya untuk keluarga dan anak-anak di rumah. Memberanikan diri untuk menerima segala cercaan dan cemooh sebagai seorang wanita tanpa pekerjaan, yang hanya ingin bermalasan di rumah memeluk anak-anaknya setiap waktu.
Itu sindiran yang harus saya tepis terhadap karir sebagai ibu rumah tangga. Benarkah seorang ibu di rumah lekat dengan emblem ‘malas’?

Ini adalah PR besar!

Terkadang budaya yang berkembang dalam masyarakat kita menjadi salah kaprah. Antara pandangan yang didasarkan pada tuntunan agama kerap dibenturkan dengan pandangan kaum liberalis yang mendengungkan kebebasan. Bagi saya, itu adalah pilihan. Hal yang lebih esensial adalah ke mana pikiran ini kita bawa dan dengan apa kita akan mengisinya.

Hanun (11 tahun), siswi homeschooling yang juga belajar di IWEC
Hanun (11 tahun), siswi homeschooling yang juga belajar di IWEC

Seperti halnya yang sedang saya jalani hingga 8 tahun belakangan ini. Menjadi seorang ibu tiga anak yang memilih homeschool sebagai jalur menempuh pendidikan. Pilihan ini membutuhkan komitmen besar. Vision, passion, action, dan colaboration yang sejalan.

Banyak dari kawan atau kenalan menanyakan bagaimana cara mengawali homeschool bersama anak-anak. Kuncinya adalah keempat ON di atas. Anda bisa membaca ON ini di buku berjudul sama yang ditulis Jamil Azzaini. Buku ini bisa menginspirasi untuk diaplikasikan ke dalam hidup anda.

VISION

Pertama dalam hidup saya, saya benar-benar menemukan sebuah visi. Pandangan akan masa depan untuk anak-anak saya dan keluarga kami kelak. Mungkin ini terlalu terlambat buat saya pribadi. Tetapi tidak untuk anak-anak saya.

Menentukan gambaran yang akan dibangun pada masa depan haruslah jelas. Apa tujuan yang ingin dicapai dengan mengembangkan potensi anak. Ini sebuah keharusan.

Mengapa harus saya katakan demikian? Tanpa visi yang jernih, kita seperti mengendarai kendaraan tanpa tujuan jelas. Meski kita akan sampai pada pemberhentian yang memikat, tetapi tetap saja tanpa visi yang jelas, akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapainya.

Kata ‘menemukan’ di sini berarti sebuah passion.Visi yang jelas akan lebih mudah atau cepat membawa kita kepada penemuan passion dalam diri kita masing-masing.

PASSION

Passion atau renjana, inilah yang mengiringi sepanjang perjalanan yang telah kita tentukan visinya. Renjana ini perlu diasah secara konsisten. Menurut hemat saya, renjana sangat mempengaruhi cara pandang dan kegigihan hidup.Renjana dapat menguatkan kita dari berbagai terpaan dan cobaan yang bisa saja membikin kita terjatuh. Dengan memiliki renjana yang kuat, kita siap untuk berdiri kembali bahkan berlari.

Dalam menjalani homeschool, saya kerap dihadapkan pada persepsi orang yang mengganggapnya asing, minoritas, atau tidak layak untuk melakukan. Perasaan tidak diterima oleh lingkungan sosial sering membuat kecil hati, bahkan mengkungkung hati sehingga tidak ingin berjuang lebih lama lagi.

Oleh karena itulah renjana dibutuhkan. Ini sebagai bahan bakar untuk maju meraih visi yang telah dituliskan. Kekuatan dan kompetensi tentu saja perlu dimiliki. Tidak perlu menjadi seorang multikompetensi. Cukup mengawalinya dengan visi dan renjana, proses homeschool pun bisa dijalani.
 
ACTION DAN COLABORATION

Apa sebenarnya yang dibutuhkan untuk menguatkan hati ketika menjadi minoritas dalam lingkungan sosial? Action dan colaboration jawabnya.

Saya banyak melakukan aksi dengan tetap menjelaskan apa dan mengapa saya memutuskan ber-homeschool untuk anak-anak saya. Jangan pernah menghindar untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan atau ditujukan untuk menyerang pertahanan Anda.

Cobalah terus mencari berbagai sumber informasi, baik secara teori, fakta di lapangan, dan kegiatan yang harus dilakukan. Misalnya: mencari referensi mengenai sejarah homeschool, pandangan tentang homeschool, dan metode homeschool. Banyak juga informasi yang menguatkan vision dan passion kita mengenai fakta di lapangan tentang keberadaan anak.

Selamat mengantarkan anak-anak Anda menjadi pembelajar sejati.

Share This: