PEDANG DI DALAM BATU

Karya: Renata

Matahari belum sepenuhnya terlihat. Tetapi sudah terjadi keributan yang membuat semuanya terbangun. Ternyata tiga anak telah mencoba kabur dari Pengungsian No. 1377

“Kalian semua kembali ke sini,” teriak para penjaga.

“Cepat kembali kalian dalam masalah besar,” teriak pengasuh mereka bu Rosamista sambil berlari mengejar. Tetapi mereka bertiga terlalu cepat dan lincah untuk pengasuh mereka dan para penjaga. Meraka pun berhasil lolos dan keluar dari Pengungsian No. 1377. Mereka kabur ke dalam hutan dan akhirnya beristirahat di bawah sebuah pohon besar.

“Kalau tadi kita tertangkap kau yang harus pergi duluan, Jack!”

“Aku tahu aku akan harus pergi duluan  karna kau Tori akan menjaminya,” jawab jack sambil terengah-engah dan sedikit tertawa. Mereka sebenarnya sudah pernah mencoba untuk kabur beberapakali sebelum ini. Dan setiap kali mereka tertangkap mereka harus mendapatkan hukuman. Yaitu bergantian mengumpulkan kotoran kuda untuk di jadikan bahan bakar, dan Jack selalu pertama.

Saat itulah mereka di ganggu oleh suara derapan sepatu kuda yang keras dan mengelegar.Mereka panik dan akhirnya lari dengan terburu-buru. Tetapi akibat keburuburuan mereka piagam milik Jack terjatuh.

“Jack apa yang kamu lakukan?” teriak Dan, salah satu temanya, dengan panik melihat Jack yang kembali berlari ke belakang.

“Piagamku terjatuh!” teriak Jack mengalahkan suara derapan kuda yang tiba–tiba berhenti dan saat itu juga hampir bersamaan dengan masuknya piagam itu ketangan jack dia terangkat oleh seorang lelaki yang sedang menaiki kuda.

Tori dan Dan pun juga diculik oleh dua penungang kuda misterius lainya. Jadi, mereka bertiga pun di bawa ke sebuah tempat. Di dalam benak mereka berpikir bahwa para penungang kuda adalah penjaga pengungsian No. 1377.Tetapi para penungang kuda mysterius berhenti di depan sebuah gubuk tua.

“Siapa kalian?” tanya salah satu penungang kuda. Setelah Jack, Dan, dan Tori sudah terikat dengan aman di salah satu pohon dekat tempat itu.

“Saya Jack, ini Dan, dan Tori”,Jack berkata masih sedikit ketakutan maskipun  pertanyaan itu telah  di ulang beberapa kali.Tapi sepertinya para penungang kuda itu tidak percaya.

“Siapa kalian? Dari mana kalian berasal? Apakah ini wujud asli kalian?” tanya seorang dari para penungang kuda.

“Apa maksudmu dengan wujud asli kami?” Dan bertanya dengan ketakutan

“Iya, inilah wujud asli kami, aku berkulit pucat berambut hitam lurus dan bermata coklat. Jack matanya berwarna hitam berambut hitam dan Dan rambutnya pirang gelap dan matanya biru,” kata Tori dengan penuh ingin tahu yang sepertinya telah menghapus semua ketakutan yang dimilikinya.

“Siapa kalian?” tanya prajurit yang sama yang sepertinya masih belum percaya.

“Sudahlah biarkan mereka sepertinya hanya anak-anak yang kabur dari  tempat pengungsian,” kata salah satu dari mereka yang terlihat seperti pemimpinya karena yang sedang menanyai segera berhenti dan mundur. Sang pemimpin pun melepaskan ikatanya dan membiarkan mereka masuk. Ruanganya sempit dan tidak nyaman. Jack dan teman-temanya di persilahkan untuk duduk dan di beri minum yang membuat mereka bertiga tertidur pulas.

Tapi baru juga mereka tertidur ada sesuatu aneh yang terjadi, Jack tiba-tiba berjalan dalam tidurnya ke arah utara yang membuat semuanya terkejut. Ternyata ada sesuatu yang spesial tentang kebiasaan Jack yang sangat aneh ini yaitu selalu mencari arah utara.

Ternyata Jack adalah anak yang diberi tahu di dalam sebuah ramalan kuno. Yaitu bahwa suatu hari akan terjadi perang antara dua buwah Kerajaan yaitu Kerajaan Timur dan Kerajaan Barat Buas. Dan perang itu hanya akan berakhir jika ditemukan anak ke-11 dari 11 bersaudara. Dan anak itu akan menunjukan arah di mana ada pedang yang jika di cabut dan kamu membayangkan seseorang mati saat memegangnya maka orang itu benar-benar akan mati.

“Jadi, aku adalah anak yang terpilih,” kata Jack setelah dia dan teman-temannya di bangunkan dan di beri minuman yang tidak beracun.

“Jadi, apa yang harus kita lakukan?” tanya Tori dengan bersemangat sepertinya mendengar tentang petualangan yang akan mereka lakukan Tori jadi tidak takut lagi.

“Baiklah kalau begitu ini rencananya…”

Mereka pun akhirnya mulai melakukan perjalanan ke utara di bagian utara negeri ini adalah tempat padang duri.Bersama pasukan elit dari Kerajan Timur mereka dengan cepat melewatinya tapi ada masalah di tengah jalan.

“TOLONG AAKHH !!” ternyata salah satu dari pasukan elite nya tertangkap oleh monster jebakan padang duri dan tidak ada apapun yang bisa di lakukan jadi sekarang hanya ada enam orang pasukan elite yang tersisa karena Tafkaranian telah pergi. Salah satu dari pasukan elit hampir ingin pergi tapi dia berhasil bertahan lebih lama. Sampai dia terseret oleh tanaman rambat beracun di hutan taman bahaya. Jadi sekarang Tafkranaian juga sudah pergi menyisakan lima pasukan elit untuk melanjutkan perjalanan.

 

 

Semuanya sangat khawatir dengan bagaimana setiap kali mereka pergi ke daerah baru selau ada salah satu dari mereka yang akan pergi.

 

“Tori, Dan bagaimana kalau kalian kembali saja?” kata Jack saat sedang mengambil kayu bakar bersama Tori dan Dan.

 

“Apa maksudmu?” Tori menjawab dengan kebingungan

“Ya… mungkin sebaikya kalian tidak perlu melanjutkan perjalanan kembali ke pengungsian,” jawab Jack dengn ragu – ragu.

“Apa?!” jawab Tori dan Dan bersamaan. Walaupun dengan nada yang berbeda Dan lebih seperti kebingungan dan Tori lebih seperti terkejut. Ternyata Jack terbangun malam sebelumnya dan tak sengaja mendengar para pasukan elit berkata. Bahwa kita tak bisa  kehilangan  satu  anggota  lagi. Jadi mereka berencana untuk memakai Dan dan Tori  sebagai pengalihan yang akan bisa di korbankan untuk monster selanjutnya selagi mereka lari membawa Jack.

 

Jack tak bisa tidur malam itu dia sibuk memikirkan cara untuk  menyelamatkan kedua sahabatnya supaya tidak di jadikan makanan monster. Jadi dia membuat keputusan bagaimana kalau mereka berdua kembali ke pengungsian. Namun bahkan setelah mereka sudah di cerita kan tentang malam itu mereka masih tidak ingin kembali ke pengungsian.

 

Jack membuat sebuah rencana yaitu dengan meminjam buku mantra dari salah satu  pasukan  elite dan mengucapkan mantra yang akan menjauhkan bahaya  dari  mereka  berdua. Namun, ternyata mantra itu lemah  karena Jack harus melakukan mantra itu setiap malam dan sekarang hanya tersisa tiga  pasukan elite karena Ahranah  dan  Namtaka  juga sudah mati di  ambil  oleh  monster dasar  danau dan  monster  burung  gagak.

 

Mereka sudah berubah arah sekarang mereka menuju arah barat laut. Di sana ternyata terjadi situasi yang mengentarkan saat mereka menyebrang padang gunung berbukit salah satu dari mereka harus  pergi  lagi .

 

“Siapa yang membuatnya terbunuh?!” teriak salah satu dari pasukan elit.Ternyata yang baru saja terbunuh itu adalah Hanamatara, adik dari salah satu anggota pasukan elite.

“Kalian yang seharusnya terbunuh bukan dia  apa  yang  kalian  lakukan  apa?” teriak kakak Hanamatara  sambil  menangis  memberontak.

“Itu salahku setiap malam aku meminjam bukumu dan memakai mantra pengaman kepada mereka berdua,” Jack sudah mengakui apa yang  dilakukan olehnya supaya Tori dan Dan tetap aman.Mendengar itu tangisanya menjai jauh lebih besar. Dia mengambil pedangnya lalu pergi berlari ke arah monster itu pergi. Tak ada yang tau apa yang terjadi dengan  Hakamatara tapi mereka bisa mendengar teriakan terakhirnya.

Sejak hari itu semuanya muram dan maksudnya lebih muram dari pada biasanya sat  ada  yang  pergi.Tak ada yang berbicara sedikitpun dan memang kalau berbicara berati sangat dibutuhkan. Setelah  hari  itu  tak  ada banyak hal yang terjadi sapai akhirnya mereka  sampai di  hutan terlarang. Perjalananya berjalan lancar tapi semuanya berubah saat mereka hampir sampai di tengah hutan.

“Lihat itu adalah pedangnya!” Tori berteriak dengan penuh kegirangan. Sepertinya melihat pedang itu sudah menghapus kesedihan mereka semua. Mereka pun taksabar igin melihat Jack mencabut pedang itu tapi.

“Apa itu?” tanya Dan dengan sedikit ketakutan mendengar sebuah suara keluar dari pedang itu saat Jack memegangnya.

Beri aku satu nyawa maka akan aku beri kamu satu nyawa!” ucap pedang itu dengan suara yang mysterius.Semuanya kebingungan tapi akhirnya mereka tahu apa artinya kata–kata itu.

“Salah satu dari kita harus…”

Gengam aku dan katakan nyawaku milikmu maka aku akan siap untuk membantumu,” kata pedang itu lagimaka setelah perdebatan yang cukup lama mereka semua dengan hati yang sangat keberatan dan mata yang sudah basah kuyup mereka dengan berat hati membiarkan Dihakatamahda untuk maju mengengam pedang itu lalu berkata

“Nyawaku milikmu!”

Hari itu pemimpin pasukan elit kerajaan timur telah pergi tapi karna pengorbananya dan yang lainya Jack dan teman–temanya berhasil menyelamatkan Kerajaan Timur dari serangan Kerajaan Barat buas.