Browse: sekolah menulis
Dari Redaksi, Karya Siswa IWEC

Dua Hantu Kecil

Oleh: Safa Zafira Hari ini Karin merasa senang sekali. Sekarang ujian telah berakhir. Minggu depan keluarga Karin akan pergi berlibur. Papa tidak ikut karena ada pekerjaan kantor. Karin dan kakaknya, Zahra, sudah siap. Mereka menunggu mama beres-beres. Setelah siap, mereka pergi ke stasiun diantar oleh papa. Saat sampai, mereka mencari apartemen yang telah dipesan dari…

Continue Reading
Dari Redaksi, Karya Siswa IWEC

LIANA SANG PENYELAM LAUTAN

Oleh: Mamoura Tahniah Putri Kunuha Sore nanti, aku sekeluarga akan pergi ke pantai. Kami sudah mempersiapkan semmuanya sejak siang. Aku gembira sekali karena akan berenang, bermain pasir dan voli pantai. Aku terus membayangkannya dalam angan-anganku. Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Kami berangkat setengah jam setelah itu, “Ngikkk,”  suara mobil berderit. Aku yang pertama turun…

Continue Reading
Dari Redaksi, Kelas

Sudah Siap Wujudkan Buku Impianmu di Tahun 2017?

SELAMAT TAHUN BARU, SOBAT IWEC! Tahun baru saatnya membuka lembaran yang baru. Mengisinya dengan daftar panjang impian baik, yang baru terlintas dalam benak maupun yang belum sempat tercapai pada tahun sebelumnya. Semoga impianmu terkabulkan sebelum 2017 berakhir, ya! Omong-omong, apakah “menulis sebuah buku” merupakan salah satu impian kalian tahun ini? Atau malah merupakan impian yang selalu…

Continue Reading
Dari Redaksi

Lowongan: Guru Menulis dan Guru Komik Indonesia Writing Edu Center di Jakarta

Indonesia Writing Edu Center (IWEC) adalah sekolah linguistik untuk anak-anak dan remaja yang berlokasi di Surabaya. Saat ini sedang membutuhkan tenaga pengajar dengan kualifikasi sebagai berikut. GURU MENULIS Minimal semester akhir S-1 Memiliki pengalaman mengajar minimal 1 tahun Menyukai dunia anak dan atau remaja Suka membaca buku dengan berbagai genre Bisa mencerna kebutuhan pemakaian kalimat…

Continue Reading
Dari Redaksi, Field Trip

Memetik Oksigen di Kebun

Oleh: Lalu Abdul Fatah (Staf Pengajar Menulis) Andai oksigen adalah buah-buahan yang hanya bisa dijumpai di kebun, maka tentu saja orang-orang akan berkumpul di sana. Mereka tak lari ke dalam bangunan-bangunan tertutup, semisal mal. Sebab di mal, tiada oksigen. Kalaupun ada, itu dijual dalam kemasan. Oksigennya diawetkan. Sementara di kebun, oksigen melimpah. Buahnya bergelantungan di…

Continue Reading
Dari Redaksi, Karya Siswa IWEC

Suka Duka di Kulkas

Cerita: Anin (13 tahun) Ilustrasi: Rucita Vidhya (Mahasiswi DKV ITS)      “Hore !! Ye…ye..ye…” teriak Worta, si wortel mengejutkan. “Dasar Worta!!!” gertak Bambam, si bawang merah sambil memukul Worta yang lompat-lompat. “Aduh!” keluh Worta kesakitan. “Tidak usah memukul Bambam, sakit!” “Kamu juga tidak usah teriak-teriak dong! Memang ada apa sampai sperti itu? Semuanya kan…

Continue Reading