Tentang Kami

Prihatin mengenai tingkat baca masyarakat Indonesia yang rendah, mendorong Maylia Erna Sutarto, seorang praktisi homeschooling, mendirikan IWEC (Indonesia Writing Edu Center). Apalagi ia mencermati anak-anak kecil di sekitarnya yang memimpikan menjadi penulis, sementara lembaga pendidikan  formal belum bisa mewujudkan hal itu. Maka, ia pun meramu metode pembelajaran linguistik yang menyenangkan dan penuh kreativitas.

Lama berkecimpung bersama tiga buah hatinya serta mendampingi anak-anak di sebuah komunitas menulis di Kota Surabaya, Maylia Erna dan teman-teman penulisnya pun mewujudkan kurikulum yang terstruktur. Mulai dari fun writing (mengajak anak-anak untuk cinta menulis), dilanjutkan pemberian pengetahuan dasar tentang menulis, hingga praktik intensif melalui proyek pembuatan buku antologi cerita pendek. Produk akhirnya berupa buku dengan desain kover, tata letak, dan ilustrasi yang memikat. Anak-anak pun diperlakukan laiknya penulis profesional melalui pengadaan peluncuran buku, siaran di media, hingga roadshow ke sekolah-sekolah.

Tahun 2014 menjadi titik tonggak dikenalkannya IWEC ke khalayak. Sekolah linguistik ini telah mengantongi akta notaris dengan SK No. 3 Tanggal 7 April 2014.

Visi

Membentuk generasi muda bangsa dengan kecakapan linguistik yang baik dan penuh percaya diri.

Misi

  • Menanamkan minat menulis pada anak-anak dan remaja sejak dini
  • Menumbuhkan generasi penulis yang andal dan profesional di masa depan
  • Membiakkan karya tulis terbaik secara berkesinambungan

Mengapa Menulis?

  1. Keprihatinan akan data statistika yang dirilis oleh UNDP tahun 2013, bahwa kemampuan dan keminatan menulis pada orang Indonesia pada umumnya hanya menduduki peringkat 121 dari 187 negara, lebih rendah dari Negara ASEAN lain seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei. Survey tersebut menyebutkan, bahwa Indonesia hanya menghasilkan 13.000 jurnal ilmiah, jauh sangat rendah dari angka negara ASEAN lain yang menghasilkan 50.000 jurnal ilmiah di masing-masing negara dalam kurun waktu tahun 1996-2010.
  2. Data LIPI 2012, juga menyatakan bahwa rendahnya angka menulis di kalangan orang Indonesia, karena pendidikan formal di Indonesia tidak memberikan materi bagaimana menulis yang benar.
  3. Menulis adalah sebuah soft skill yang dibutuhkan oleh masing-masing orang sejak usia dini hingga dewasa.
  4. Menulis adalah sebuah sarana untuk menuangkan ide atau gagasan yang dapat disampaikan secara meluas.
  5. Menulis dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis, kritis, kreatif, dan imajinatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *