Tertarik Jadi Penerjemah? Ini 5 Tips yang Harus Kamu Perhatikan!

Oleh: Beryl Adji (Pemagang Copy Writer IWEC)

Sampai hari ini masih banyak orang yang menganggap pekerjaan menerjemahkan sebagai suatu hal yang sangat gampang. Bahkan, tidak jarang ada orang yang cenderung menyepelekannya. Apalagi dengan adanya berbagai macam mesin penerjemah yang bisa diakses oleh siapa pun dengan begitu mudah.

Tapi, apakah menerjemahkan itu memang luar biasa gampang seperti yang banyak orang katakan? Jawabannya sederhana saja. Menerjemahkan itu gampang-gampang-susah.

Modal dasar untuk menerjemahkan memang hanya penguasaan dua bahasa atau lebih. Namun, tidak semua orang yang menguasai dua bahasa atau lebih memiliki kemampuan untuk menjadi seorang penerjemah. Menerjemahkan bukan hanya sekadar mengalihkan satu bahasa ke bahasa lainnya. Menerjemahkan juga turut membantu penulis menyampaikan pesan serta maksud yang terkandung dalam tulisannya pada para pembacanya yang memiliki bahasa ibu yang berbeda.

Hmmm … jelas sekali kita tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan mesin penerjemah semacam Google Translate untuk menerjemahkan teks yang kita inginkan, bukan?

Tapi, seperti yang sudah dikatakan di atas, menerjemahkan itu gampang-gampang-susah. Tidak membutuhkan keahlian khusus yang rumit. Semua orang mempunyai peluang untuk menjadi penerjemah. Dan hari ini kami akan memberikan tips menerjemahkan teks untuk sobat semua. Yuk disimak!

 

  1. Menguasai bahasa sumber dan bahasa target
Jika ingin menerjemahkan, Anda harus menguasai bahasa sumber dan bahasa target. Sumber: 123rf.com

Tentu saja modal utama bagi seorang penerjemah adalah kemampuan penguasaan dua bahasa atau lebih. Namun, sekadar mengerti saja tidak cukup. Seorang penerjemah harus memahami penggunaan tata bahasa, baik bahasa sumber (bahasa yang digunakan pada teks asli) maupun bahasa target (bahasa hasil terjemahan nantinya). Jika seorang penerjemah tidak memahami tata bahasanya dengan baik, dia tidak hanya akan mengalami kesulitan dalam mengartikan teks, tetapi ia juga akan menghasilkan terjemahan yang maknanya tidak sama dengan makna yang ada pada teks aslinya. Karena itulah pemahaman tata bahasa sangatlah penting bagi seorang penerjemah.

Menguasai kosakata adalah hal yang mutlak dimiliki oleh seorang penerjemah. Sumber: ts.tnut.edu.vn

Selain tata bahasa, penguasaan kosakata yang bervariasi juga merupakan hal yang penting bagi penerjemah. Jika menggunakan satu kata yang sama secara terus-menerus tentu akan membuat pembaca merasa jenuh serta mengurangi keindahan tulisan teks tersebut. Ada banyak cara untuk semakin memperkaya kosakata kita. Beberapa di antaranya adalah dengan membaca, menonton, mendengarkan musik, dan masih banyak lainnya.

 

2. Jangan terjemahkan kata per kata

Satu hal ini biasanya masih dilakukan oleh para penerjemah pemula. Terjemahan yang baik tidak dilakukan kata per kata, tetapi diterjemahkan setidaknya satu kalimat sekaligus. Karena tidak jarang penulis menggunakan idiom atau pepatah dan peribahasa yang maknanya akan hancur jika diterjemahkan kata per kata. Bacalah satu paragraf utuh, pahami maksudnya, kemudian mulai terjemahkan per kalimat dengan bahasa yang mudah dimengerti.

 

Jangan menerjemahkan kata per kata. Sebab, dalam penerjemahan, terkada ada idiom yang harus dipahami dalam deretan katanya. Sumber: playbuzz.com

3. Kuasai bidang yang diterjemahkan

Tidak jarang para penerjemah mengabaikan hal ini. Walaupun menguasai dua bahasa dengan sangat baik, namun tiap bidang memiliki istilahnya sendiri yang terkadang tidak perlu atau tidak dapat diterjemahkan mentah-mentah. Tidak jarang pula, bahasa sumber maupun bahasa target memiliki istilah sendiri untuk menjelaskan suatu hal. Karena itulah penguasaan bidang yang akan diterjemahkan merupakan satu hal yang juga harus diperhatikan oleh seorang penerjemah.

 

4. Membaca dan terus belajar menulis

Seorang penerjemah harus rajin membaca, terutama teks-teks bahasa asing dan terjemahan. Tujuannya adalah agar dapat membandingkan serta mempelajari bagaimana para penerjemah yang lebih berpengalaman menerjemahkan teks-teks tersebut. Selain itu, penerjemah juga bisa mempelajari bagaimana mereka mempertahankan gaya bahasa penulis teks asli dalam hasil terjemahan mereka.

Selain membaca, seorang penerjemah juga harus belajar menulis, merangkai kata-kata sederhana yang mampu dipahami oleh pembacanya dari kalangan mana pun. Tentu saja tiap kalimat yang dituliskan oleh seorang penerjemah tidak harus selalu indah karena penerjemah tidak memiliki kewajiban untuk melakukan hal tersebut. Kewajiban seorang penerjemah adalah menyampaikan makna serta maksud yang ingin disampaikan oleh penulis pada pembacanya dengan bahasa yang mudah dimengerti dan tidak berbelit-belit. Tentu hal tersebut sulit dilakukan jika seorang penerjemah tidak belajar menulis.

 

5. Latihan

Sama seperti kemampuan lainnya, untuk bisa menerjemahkan, seorang penerjemah harus terus berlatih agar ia jadi terbiasa. Tiap kali menerjemahkan sebuah teks, maka pengetahuan dan kemampuan dalam menerjemahkan akan semakin bertambah. Kelak, tidak menutup kemungkinan jika seorang penerjemah mampu menerjemahkan sebuah teks secara langsung tanpa bantuan kamus apalagi mesin penerjemah.

Bagaimana, sobat? Tidak terlalu sulit, bukan?

Tinggalkan ketergantungan pada mesin penerjemah karena bahasa memiliki rasa. Dan hanya manusia yang bisa menyampaikan rasa tersebut pada manusia yang lainnya.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, dijamin hasil terjemahan kamu akan semakin oke.

Selamat mencoba!

 

Share This: