TIPS MENGATASI KESULITAN DALAM MENULIS

Bagi penulis, ide adalah segala-galanya. Ide seperti nafas bagi kehidupan yang penuh dengan imajinasi yang semarak di setiap sudut. Bahkan bagi para penulis, ide adalah syarat utama mereka untuk menulis. Jika ide hilang, seolah nafas mereka pun putus, tak ada lagi kehidupan. Yang ada hanyalah bayang-bayang kelabu nan kelam.

Beberapa nama besar seperti Djenar Maesa Ayu dan beberapa nama besar lainnya, memiliki cara yang unik untuk menstimulus otak mereka sebelum menulis. Ada yang pergi ke kelab malam lalu menikmati hentakkan musik dan nuansa dunia malam lalu setelah menikmati alunan musik yang demikian, ia langsung menulis. Ada yang pergi ke suatu tempat lalu menginap di sebuah penginapan kemudian membuka jendela dan berkata dengan lantang, “Halo, hari ini aku akan menulis!”. Ada pula yang sehari dia menarget delapan lembar tulisan perharinya. Banyak cara dilakukan para penulis besar, dan tiap-tiap dari mereka tidak ada yang sama antara yang satu dengan yang lainnya.

 

Lalu bagaimana dengan para penulis pemula yang ingin bisa menulis dengan ide-ide segar atau mood yang mudah untuk didapat?

 

Ulasan kali ini akan membahas beberapa tips untuk mengatasi kesulitan menulis seperti yang terpapar di atas:

  1. Julia Cameron pernah berkata bahwa tulisan awal selalu dimulai dengan tidak mudah. Menurutnya, mulailah menulis dari suatu tempat, tulislah apa pun yang ada di benak dan fokuslah dengan berusaha menenangkan pikiran. Pikiran yang tenang adalah syarat mutlak memulai sebuah tulisan awal.
  2. Penulis autobiografi terkenal Anne Lamott menjelaskan, adalah salah jika kita mengharapkan kesempurnaan dalam tulisan. Menurutnya perfeksionisme adalah suara penindas, musuh banyak orang. Perfeksionis akan membuat Anda gila seumur hidup. Dengan kata lain, tak perlu menunggu keadaan atau sesuatu datang atau terkondisi dengan sempurna, dan menghasilkan kesempurnaan pula.
  3. Senada dengan Anne Lamott, EB White juga mengatakan, “Penulis yang menunggu kondisi sempurna untuk menulis, dia akan mati dalam penantian tanpa menghasilkan satu tulisanpun di kertasnya.” Nah, jelas ya, jangan menunggu momen yang tepat untuk menulis.
  1. Mapping atau memetakan plot cerita dengan baik adalah langkah yang tepat untuk menghindari seorang penulis kehabisan akal atau tidak mengerti apa yang harus ia tulis selanjutnya.
  2. Ernest Hemmingway menyarankan untuk berhenti menulis ketika kita sudah tahu jalan ceritanya. Dengan demikian, seorang penulis tidak akan menapak jalan buntu ketika berkarya. Pendapat Ernest Hemmingway mungkin membingungkan dan sedikit tak lazim bagi beberapa orang. Hal yang ia maksudkan sebenarnya adalah  dengan kata lain, seorang penulis harus paham konsep (hal ini juga berkaitan dengan poin ke-4). Ketika seorang penulis mampu menulis dengan baik, sebaiknya dia tidak membuang tenaganya dengan menulis semua ide tersebut sampai habis. Ada kalanya dia berhenti, lalu dilanjutkan pada momen yang lain. Dengan cara ini penulis tidak akan suntuk. Karena tiap kali ia menulis, ia sudah tahu mau menulis apa.
  3. Jika seorang penulis merasa kehabisan kata atau diksi, ada baiknya si penulis membaca buku atau novel yang lain. Dengan cara demikian, si penulis mampu untuk memperbaharui perbendaharaan kata-katanya. Tidak ada waktu untuk membaca? Si penulis bisa menonton film dan mempelajari diksi atau alurnya.
  4. Ingin menulis tapi tidak punya ide? Cobalah mengingat kembali kejadian-kejadian yang Anda rasa berkesan atau kejadian-kejadian yang orang lain ceritakan pada Anda. Tambahkan sedikit imajinasi supaya menarik.
  5. “Oh tapi saya orang yang tertutup, saya tidak punya banyak teman. Hidup saya tidak menarik dan berkesan. Tidak ada yang bercerita pada saya.” Kalau begitu mulailah membaca atau menonton film dan mulailah terinspirasi. Menceritakan kehidupan yang tidak berkesan, akan menjadi berkesan bagi orang lain yang hidupnya penuh cerita. Dengan kata lain, tidak ada alasan seseorang tidak terinspirasi. Ada banyak jalan menuju ke sana.
  1. Jangan menulis ketika perasaan kalut. Namun ketika menulis, jangan sekali-sekali melakukan hal di luar kegiatan kepenulisan seperti membuka sosmed. Jangan. Ide itu mahal. Sedangkan waktu luang untuk menulis lebih mahal lagi.
  2. Jangan banyak alasan tidak ada mood atau tidak ada penunjang dalam menulis. Jika banyak alasan, maka kita sama halnya menyalahkan keadaan. Menulis adalah pekerjaan yang tak mudah. Sebab tak mudah, maka hanya orang-orang yang berjiwa tangguhlah yang bisa menyelesaikan segala rintangan.

Sudah tercerahkan? Tunggu apa lagi? Yuk menulis mulai sekarang!