TOKO FREEZY ICE CREAM

Oleh: Nakisha Kayrilla Averrouce (Siswa Kelas Menulis IWEC)

         Naomi adalah anak berusia 8 tahun yang duduk di kelas 3 SD. Dia tinggal di Jakarta dan hobinya memasak. Ia mempunyai sepupu yang seumuran dengannya bernama Mackenzie, tetapi Mackenzie dan orangtuanya sombong karena memiliki restoran yang paling laris di kota. Mackenzie memusuhi Naomi, namun Naomi tidak mau balas memusuhi sepupunya. Mereka sering bertemu saat ada acara keluarga di rumah kakek dan nenek mereka, dan Setiap kali bertemu, Mackenzie selalu mengejek Naomi.

         “Naomi sangat aneh, aku lebih pintar darinya. Apalagi aku punya restoran yang paling bagus di kota,” kata Mackenzie dengan angkuh. Tetapi Naomi tidak peduli, dia tidak mau memusuhi sepupunya sendiri.

         “Terserah kamu deh mau ngomong apa,” kata Naomi agak sebal.

         Naomi kadang merasa sebal dengan Mackenzie setiap kali mereka bertemu dan bertengkar. Namun, itu semua tidak berlangsung lama. Dalam beberapa hari Naomi sudah melupakannya. Mackenzie memiliki restoran yang bernama Restoran Penguin World. Jadi para pengunjung bisa makan sambil melihat penguin-penguin yang berenang. Karena itu lah, Restoran Penguin World menjadi ramai dikunjungi para pembeli.

         Hingga suatu hari, orangtua Naomi membuka toko es krim yang diberi nama Freezy Ice Cream. Jarak Freezy Ice Cream dan Restoran Penguin World bisa ditempuh hanya dalam waktu 30 menit dengan kendaraan. Naomi dan orangtuanya menggunakan uang tabungan mereka untuk membuka toko es krim tersebut. Freezy Ice Cream bertempat di sebuah ruko. Desain tokonya bertemakam musim dingin, sehingga dinding-dindingnya berwarna biru dan putih salju.

         Ada es krim berbagai rasa yang ditawarkan di toko Freezy Ice Cream, seperti; stroberi, cokelat, pisang, vanilla snowy dan sebagainya. Minumannya ada Panda Milkshake, Hot Chocolate Swudge Drink, dan sebagainya. Toko tersebut juga ramai didatangi pembeli karena memiliki tema yang unik. Semenjak toko Freezy Ice Cream dibuka, Restoran Penguin World menjadi sepi pengunjung karena orang-orang beralih ke Freezy Ice Cream.

         “Ah udah ah… kita sudah bosan ke Restoran Penguin World, sudah biasa, coba cari yang lain,” ucap salah satu pengunjung.

         “Iya, katanya ada toko es krim baru yang lebih unik. Sebaiknya kita ke sana saja, yuk!” balas pengunjung lain. Mengetahui pelanggannya banyak yang pindah ke toko

         Setelah mengetahui banyak pelanggan mereka yang pindah ke toko es krim Naomi, Mackenzie dan orang tuanya menjadi iri.

         “Ih, dasar Naomi! Berani sekali buka toko es krim menyaingi restoranku. Padahal kan restoranku lebih bagus daripada toko es krim itu,” gerutu Mackenzie. Dia pun menghampiri orang tuanya dan mengeluh, “Ma…, Pa…, masa toko eskrim Naomi lebih laku daripada restoran kita?”

                 “Makanya, Papa juga heran. Papa akan menabung dan membuka toko es krim yang jauh lebih bagus daripada toko es krim mereka,” ucap Papa Mackenzie.

         “Serius, Pa?” tanya Mackenzie senang.

         “Serius. Kami akan mengalahkan orang tua Naomi,” kata Mama Mackenzie. Mereka pun menutup Restoran Penguin World, lalu menabung sampai uangnya cukup lalu membuka toko es krim yang diberi nama Momo Land of Ice Cream. Toko tersebut juga unik karena tempat bermainnya bertemakan es krim yang di dalamnya serba pink dan ungu. Selain itu, Momo Land of Ice Cream juga memperbolehkan pelanggannya membawa cangkir dari rumah untuk tempat makan eskrim. Perlahan, toko tersebut juga ramai didatangi pengunjung.

***

         Naomi sedih melihat toko es krimnya mulai sepi. “Yah, gara-gara toko es krim Mackenzie, toko es krim ku jadi sepi,” keluh Naomi.

         Selama di sekolah, dia terus berpikir dan berpikir, akhirnya dia menemukan ide.

         “Aha! Nanti pulang sekolah, aku mau coba bikin resep baru ah.” Naomi pun berjalan dari sekolah ke toko FreezyIce Cream ketika pulang sekolah. Dia langsung bergegas ke dapur.

         “Naomi, kok pulang-pulang langsung lari ke dapur?” tanya Mama.

         “Tidak apa-apa kok, Ma,” jawab Naomi. Dengan penuh semangat, ia mulai membuat resep barunya. Ia berhasil membuat resep baru yang diberi nama Es Krim Telur. Es Krim Telur dibuat dari cokelat yang bebentuk telur lalu diisi es krim di dalamnya. Naomi berhasil membuat 12 jenis es krim telur yang setiap telurnya berisi es krim yang rasanya berbeda-beda. Naomi pun langsung menunjukkan resep barunya kepada mama dan papa.

         “Mama, Papa! Lihat, lihat ini!” seru Naomi arah dapur sambil berjalan membawa semangkuk es krim telur. Papa dan mamanya sedikit bingung melihat Naomi.

         “Itu apa, Naomi? Kok kelihatan lucu ya?” tanya papa.

         “Ini Pa, aku membuat resep baru, namanya Es Krim Telur.  Kita jual ya, Ma, Pa, pasti orang-orang akan suka,” bujuk Naomi.

         “Oke, kita akan menjual es krim buatanmu. Kamu hebat, Nak,” puji Mama kepada Naomi.

         “Menurut Papa, sebaiknya es krim telur ini dilukis menggunakan pewarna makanan agar tampilannya lebih lucu. Tapi siapa yang bisa melukisnya?” ucap papa.

         “Angela! Dia pintar sekali melukis, besok aku ajak dia ke sini Pa, Ma.”

***

         Keesokan harinya, Naomi pulang sekolah bersama Angela. Karena kasihan dengan toko Freezy Ice Cream yang sepi, Angela membeli es krim rasa pisang dari toko tersebut. Setelah makan es krim, Naomi dan Angela mulai melukis telur-telur es krim. Lukisan berbentuk wajah lucu dan di es krim telur buatan Naomi. Mereka juga membuat lukisan dengan berbagai motif yang lucu. Orang tua Naomi menyukai lukisannya, mereka pun sepakat untuk menjual es krim telur dan membuat lebih banyak lagi. Beberapa bulan berlalu, toko Freezy Ice Cream pun mulai ramai kembali. Naomi dan orang tuanya juga membuat resep-resep baru lain. Sebelumnya hanya orangtua Naomi yang menjaga toko Freezy Ice Cream, tapi sekarang ada beberapa pegawai yang bekerja di sana.

         Di sekolah, Naomi memberitahu Angela, “Angela, toko es krimku sudah ramai dan terkenal!” seru Naomi.

         “Serius? Wah, selamat ya,” ucap Angela turut bahagia.

         “Makasih,”

         “Sama-sama,”

         Sedangkan, Momo Land of Ice Cream menjadi sepi dan bangkrut, orang-orang malas kesana karena Mackenzie dan orangtuanya yang bersikap sombong. Mackenzie pun menelepon Naomi. “Naomi, apa sih rahasianya agar tokomu ramai? Perasaan dulu tokoku yang paling ramai, kenapa sekarang jadi sepi?” tanya Mackenzie.

         “Oh, kamu harus lebih kreatif agar pelangganmu tertarik dengan menu yang kamu jual, dan yang lebih penting kamu harus bersikap ramah dan tidak sombong. Hehe…,” ujar Naomi.

         “Aku tidak sombong tuh, aku kan anak baik. Kenapa tokoku sepi?” Mackenzie tidak menyadari  kecongkakannya.

         “Kamu sadar tidak sih dengan perilakumu? Kamu selalu berbicara ketus pada orang-orang, bagaimana mereka mau ke datang tokomu? Ke aku saja kamu seperti itu,” kata Naomi. Mackenzie pun terdiam setelah mendengar penuturan Naomi. Ia kemudian sadar bahwa dia selalu bicara ketus pada orang lain.

         “Kamu benar. Aku memang sombong dan suka berbicara ketus, itulah sebabnya tokoku bangkrut. Maafkan aku ya, telah bersikap tidak baik padamu, Naomi. Mulai sekarang aku tidak akan memusuhimu lagi,” kata Mackenzie menyesal.

         “Tidak apa-apa,” balas Naomi tulus.

***

         Keesokan harinya, Mackenzie dan orang tuanya mengunjungi Naomi dan orang tuanya.

         “Nathan, Natasya, maafkan kami ya. Kami telah bersikap sombong kepada kalian, dan semua orang sehingga toko kami bangkrut,” ucap Papa Mackenzie.

         “Kami juga ingin bekerja sama menjalankan toko Freezy Ice Cream dengan kalian, boleh tidak?” tanya mama Mackenzie.

         “Tentu saja boleh. Lagi pula kami sudah memaafkan kalian,” kata papa Naomi.

         Orang tua Mackenzie merasa senang dan mereka pun bekerjasama menjalankan toko Freezy Ice Cream. Mackenzie dan Naomi tidak bermusuhan lagi. Mereka pun hidup bahagia dan damai sebagai keluarga.

***

 

Share This: