Browse: Karya Siswa IWEC
Dari Redaksi, Karya Siswa IWEC

Gara-Gara Video

Oleh: Kila Andahani Abdi (11 tahun, Siswa IWEC) Aku mengambil tablet milik mamaku. Kulihat berapa ‘nyawa’nya sekarang.  What?! Tinggal tiga puluh persen! Aku menyalakan tablet dengan lemas. Jujur, aku malas mengisi baterainya. Huh! Tapi, ini terpaksa. Akhirnya, aku mengambil kabel tablet di meja. Kucolokkan kabel tersebut ke tablet. Tablet yang tadinya berlayar gelap, sekarang menjadi…

Continue Reading
Dari Redaksi, Karya Siswa IWEC

Mimpi Kartini

Oleh: Kila Andahani Abdi (Siswi IWEC, 11 tahun) Kinar membuang napasnya dengan kesal. Pelajaran sejarah  hanya membuatnya bosan. “R.A. Kartini lahir tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Kartini adalah wanita pertama kali yang membebaskan kaum perempuan dari aturan bahwa perempuan tidak boleh sekolah. Perempuan harus berada di dapur. Tapi, Kartini tak berpikir semudah…

Continue Reading
Dari Redaksi, Karya Siswa IWEC

Mama, Aku, dan Buku

Oleh: Fairuza Hanun Razak (Siswi IWEC) Teman-teman, tahukah kamu kalau 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional? Terkait dengan itu, aku ingin bercerita tentang perempuan istimewa dalam hidupku. Ya, ia adalah Mamaku. Dialah yang mengajarkan sekaligus membudayakan menulis dan membaca dalam hidupku. Saat aku beranjak usia empat tahun, Mama menyuguhi aku dengan banyak sekali buku-buku.…

Continue Reading
Dari Redaksi, Karya Siswa IWEC

Kakek Tua yang Tak Sakit Hati

Oleh: Lalu Abdul Fatah (Staf Pengajar IWEC) Menulis cerita adalah kegiatan yang mengasyikkan. Seseorang tidak hanya sekadar berangan-angan dengan ide dan imajinasinya, tapi sekaligus bisa menuangkannya. Ia bisa melihat gagasan kreativitasnya lebih kongkret, punya wujud. Apa itu? Tulisan. Dan, untuk melatih daya cipta anak-anak, ada banyak metode yang bisa diterapkan. Seperti hari Minggu lalu (6/12)…

Continue Reading
Dari Redaksi, Karya Siswa IWEC

Terpukau dengan Pemahaman Diksi Kiki

Oleh: Lalu Abdul Fatah (Staf Pengajar IWEC) Penulis mana yang tidak ingin karyanya dibaca oleh orang lain? Penulis mana yang tidak ingin karyanya dipahami? Penulis mana yang tidak ingin karyanya bisa menggerakkan pembaca, entah membuatnya tergelak, terharu, tercekat, atau terombang-ambing dalam badai perasaan? Tentu saja tidak satu pun penulis menginginkannya. Sebab, menulis ibaratnya berbicara. Ada…

Continue Reading