Cerita “Pancake Story”

24 Maret 2019, IWEC Surabaya kembali mengadakan kegiatan workshop menulis dan komik untuk anak-anak dan remaja. Namun, berbeda dengan kegiatan sebelumnya. Kali ini workshop dikemas dalam kegiatan yang unik, dan tentunya lebih seru. IWEC menggabungkan antara kegiatan menghias pancake, membuat ilustrasi dan menulis cerita menjadi satu dalam acara Pancake Story.

Kegiatan dimulai pukul 10.30 dengan memperkenalkan diri masing-masing dan saling menyapa teman baru. Kegiatan ini berhasil membuat suasana yang tadinya sedikit kaku menjadi cair, sehingga anak-anak bisa lebih enjoy mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Bertemakan makanan, anak-anak tidak hanya diajak untuk belajar
membuat ilustrasi dan menulis cerita, namun juga dilibatkan langsung dalam kegiatan menghias pancake yang akan mereka gambar dan buat cerita.

Layaknya koki berpengalaman, anak-anak menghias pancake dengan begitu cantik, tidak kalah dengan pancake yang dihidangkan di restoran. Taburan oreo bubuk, kacang almond, dan potongan buah stroberi semakin mempercantik tampilan pancake mereka. Kegiatan menghias pancake tidak hanya mengasah kreatifitas anak-anak, namun juga melatih kepedulian mereka terhadap lingkungan sosialnya. Karena topping yang disediakan untuk digunakan bersama, oleh karena itu mereka harus berbagi dengan teman baru mereka.

Setelah pancake selesai dihias, anak-anak mulai menggambar pancake diawali dengan membuat sketsa terlebih dahulu yang dipandu langsung oleh kak Bagus, guru komik IWEC Surabaya. Beberapa anak terlihat begitu lihai menggoreskan pensil mereka di atas lembar kertas kerja mereka.

Ini Aura, salah satu peserta workshop. Ia mulai mewarnai sketsa pancakenya, dan hal serupa juga dilakukan teman-teman lainnya. Tidak hanya itu, mereka juga saling berbagi pensil warna satu sama lain dengan teman yang baru mereka kenal.

Kurang dari 30 menit pancake mereka selesai digambar. Selanjutnya anak-anak dipandu untuk mulai menyusun cerita bertemakan pancake. Ada yang menuliskan pengalamannya selama mengikuti kegiatan Pancake Story, ada juga yang membuat cerita mini tentang pancake.

Eits… Ceritanya belum selesai.
Di akhir kegiatan, anak-anak diminta untuk mempresentasikan karya mereka di depan teman-teman yang lain. Anak yang berani maju ke depan akan mendapatkan doorprize dari IWEC. Setelah dihitung siapa berani dia dapat, ada dua anak yang dengan sigap mengangkat tangan bersedia maju ke depan mempresentasikan karyanya, dia adalah Namira dan Valen.

Meski tidak semua memiliki keberanian maju ke depan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa dibalik karyanya, mereka adalah anak-anak yang luar biasa. Bahwa dengan perhatian khusus, minat dan bakat anak bisa lebih digali dan dikembangkan lagi.

Semoga kegiatan kecil ini mampu membuat mereka lebih termotivasi lagi untuk menulis karya-karya selanjutnya. Sampai jumpa lagi di kegiatan IWEC selanjutnya.

Share This: