CITN’S DAN DOGGY

 Oleh : Dzikrina Kamil ( Ririn )

Di suatu pagi yang cerah, seekor kucing betina bernama Citn’s terbangun dari tidur lelapnya. Kucing berjenis Anggora itu begitu cantik dan menggemaskan. Pemiliknya, Mister Franco pun sangat menyayanginya. Kemana pun ia pergi, kucing itu selalu dibawanya. Citn’s dibeli oleh Mister Franco di Animals Petshop. Semenjak dipelihara oleh Mister Franco, Citn’s hidup dalam kemewahan. Semua kebutuhannya dipenuhi.

Mister Franco merupakan orang kaya raya. Rumahnya seperti istana, begitu mewah. Mister Franco mempunyai seorang istri dan 2 orang anak. Seluruh anggota keluarganya juga begitu menyayangi Citn’s. Namun lain halnya dengan Doggy, seekor anjing jantan yang juga dipelihara Mister Franco. Doggy tidak di rawat dengan baik di rumah Mister Franco. Seluruh anggota keluarga lebih menyukai Cit’s ketimbang Doggy. Hal ini membuat Citn’s dan  Doggy tidak pernah akur.

“Ahhhh… Rupanya sudah pagi.” Citn’s menggeliat diatas tempat tidur empuknya.

“Sudah jelas ini pagi. Masa’ mau malam terus. Gimana sih kamu!” ucap Doggy sinis saat melintasi Citn’s.

“Hari ini aku tidak mau bertengkar denganmu.” Kata Citn’s tak kalah ketus, ia berlalu menuju kamar Mister  Franco.

“Citn’s! Jangan coba untuk memanggil Mister Franco!!!” teriak Doggy seraya berlari menuju Citn’s.

“Doggy, sudah kubilang kalau aku tidak ingin bertengkar denganmu hari ini.” Kata Citn’s.

“Dengarkan aku Citn’s. Kau jangan pernah bertingkah sok manis dihadapan Mister Franco ataupun keluarganya.”.

“ Memang apa urusannya denganmu?” tanya Citn’s dengan nada sinis.

“Ada. Kau membuat Mister Franco dan keluarganya semakin sayang kepadamu. Hal itu membuat aku semakin iri kepadamu dan berharap kau tidak ada di rumah ini selamanya.” Jelas Doggy. “Sejak kau datang ke rumah ini, kau telah merubah semuanya.” Lanjutnya.

“Kau sudah mengatakan hal itu sebanyak 1.999 kali sebelumnya. Sekarang jadi genap 2.000 kali.” Kata Citn’s.

“Aku tidak ada urusan dengan itu. Lebih baik, kau kembali ke tempatmu dan aku akan memanggil Mister Franco.” Kata Doggy

“Ok, baiklah… Meskipun kau mengonggong, Tuan Franco tidak akan pernah memperhatikanmu,” kata Citn’s berlalu kembali ke tempatnya.

Doggy pun memanggil Mister Franco. “Guk! Guk! Guk!” Ia menggonggong dengan kencang.

“Diamlah Doggy! Kau mengagetkanku dan istriku.” Mister Franco berteriak dari dalam kamarnya, meminta Doggy untuk diam. “Citn’s kemarilah!” lanjutnya memanggil Citn’s.

“Sudah kubilang kan. Hanya aku yang boleh masuk ke kamarnya,” ucap Citn’s sambil berjalan angkuh menuju kamar Mister Franco.

“Dasar kucing jelek!” teriak Doggy marah.

Sesampainya di kamar Mister Franco, Citn’s mengeong penuh manja. Ia berputar-putar di sekitar kaki Mister Franco, mengusap-usapkan bulu halusnya mencoba mencari perhatian pemiliknya.

“Ohhh…. Citn’s ku yang imut dan cantik” puji Mister Franco samba menggendong Citn’s.

Hari demi hari berlalu dengan cerita yang sama. Citn’s yang selalu mendapat perhatian penuh, sementara Doggy tidak. Hingga suatu hari, Mister Franco dan keluarganya hendak mengadakan tour keliling benua Asia. Untuk kali ini, Doggy juga diajak Mister Franco ikut serta. Ia begitu senang karena untuk pertama kalinya Mister Franco mengajaknya keluar negeri.

“Hei Doggy! Jangan senang dulu. Belum tentu kau akan mendapatkan perlakuan baik  selama di perjalanan nanti.” Ucapan Citn’s membuat senyum bahagia Doggy hilang seketika.

“Kau jangan memancing emosiku ya…” ucap Doggy geram, ia benar-benar ingin meninju kucing dihadapannya itu, namun ia urungkan “Kau selamat kali ini, karena aku sedang tidak ingin marah.”

“Huh, anjing tidak berguna.” Kata Citn’s.

***

Di Perjalanan Menuju Bandara Charles de Gaulle, Paris, Prancis….

Meeeooowww….Meooooowww… Citn’s mengeong.

“Oh Citn’s… sepertinya kau sangat senang diajak tour keliling,” ucap Fabe, anak pertama Mister Franco.

Citn’s duduk nyaman di pangkuan Fabe. Sementara Doggy duduk dibawah kaki Frisca, anak kedua sekaligus anak terakhir Mister Franco. Meskipun begitu, Doggy tetap senang karena yang terpenting ia diajak tour keliling.

“Guk…Guk….Guk…” Doggy menggonggong pertanda bahwa ia begitu senang.

“Doggy, diamlah!” teriak Frisca. Seketika Doggy terdiam, ia tertunduk lemas di bawah kaki Frisca.

Suasana menjadi hening, hanya terdengar suara deru mobil dan keramaian jalan raya. Beberapa lama kemudian mobil yang mereka tumpangi telah sampai di bandara Charles de Gaulle..

 “Wah… kita sudah sampai di bandara Charles de Gaulle,” ucap Mister Franco penuh semangat.

“Ayo anak-anak turun.” ajak Mrs. Franco kepada semua anaknya.

Setelah turun dari mobil mewah mereka, seluruh keluarga Mister Franco beserta Citn’s dan Doggy memasuki bandara. Namun, ada peraturan bahwa hewan tidak diperbolehkan masuk ke dalam kabin penumpang. Sehingga, Citn’s dan Doggy dimasukkan ke dalam kandang hewan dan ditaruh di tempat khusus di dalam pesawat. Di kandang tersebut, sudah disediakan makanan dan minuman untuk mereka.

Negara pertama di benua Asia yang hendak mereka kunjungi adalah India. Beberapa jam kemudian setelah lepas landas, pesawat yang mereka tumpangi telah sampai di bandara Indira Ghandi, New Delhi, India. Citn’s dan Doggy dibawa menuju tempat pengambilan hewan peliharaan. Tak lama kemudian, Mister Franco dan keluarganya menjemput mereka.

Setelah selesai dengan urusan bagasi dan hewan peliharaan, keluarga Mister Franco segera menuju ke kantor migrasi. Sementara Citn’s dan Doggy dibiarkan lepas. Saat menunggu Mister Franco dan keluarganya mengurus paspor, Doggy tak sengaja melihat ada anjing betina yang begitu cantik. Ia pun memutuskan untuk mengikuti anjing betina tersebut.

“Doggy!!! Kau mau kemana? Kau tidak boleh pergi juh-jauh.” Kata Citn’s mencegah Doggy pergi mengikuti anjing betina tersebut. Ia khawatir Doggy akan tersesat.

“Diamlah! Aku mau menjemput kekasihku.” Jawab Doggy menghiraukan himbauan Citn’s.

“Meeeooowwww….Meeeooowww…Meeeeoooowww…” Citn’s mulai mengeong dengan suara keras. Ia ingin memberitahukan kepada orang-orang bahwa Doggy pergi.

“Citn’s, bisakah kau diam sebentar?” ujar Fabe menyuruh Citn’s diam. Ia tidak tahu Citn’s sedang memberitahu bahwa Doggy pergi.

“Bagaimana ini? Doggy pergi dari tempat ini. Sedangkan aku tidak bisa memberitahu mereka.” Kata Citn’s khawatir. “Apa aku ikuti dia saja ya?!”

Akhirnya, Citn’s mengikuti Doggy yang berlari menuju tempat parkir.

“Doggy! Tunggu! Siapa dia?” tanya Citn’s setengah berteriak.

“Bisakah kau diam, Citn’s? Aku sedang mencari kekasihku,” Kata Doggy sambil celingak-celinguk melihat sekeliling tempat parkir bandara, mencari sosok anjing betina yang ia akui sebagai kekasihnya.                                         

“Apakah kau mencari anjing betina yang cantik, Doggy ?” tanya Citn’s.

“Tepat sekali, apa kau tahu?”

“Sepertinya, tadi aku melihatnya di restoran itu.” Kata Citn’s sambil menunjuk restoran yang ada di seberang tempat parkir.

“Benarkah? Terima kasih banyak.”

Doggy berlari menuju restoran yang ditunjuk Citn’s. Sementara di belakang, Citn’s berusaha mengejar Doggy yang berlari cukup kencang.

“Doggy, tunggu! Aku ikut.”

Citn’s dan Doggy semakin menjauh dari kantor migrasi. Ketika sampai di restoran yang dimaksud, Doggy tidak menemukan anjing betina itu.

“Doggy, sepertinya dia pasti sudah pergi.” ucap Citn’s.

“Sepertinya begitu.” Jawab Doggy dengan sedih. “Oh ya, mengapa kamu mengikutiku?”

“Karena aku ingin tau siapa yang kau maksud dengan kekasihmu itu,” jawab Citn’s enteng namun tidak mendapat respon dari Doggy. “Emmm… Doggy, sepertinya kita harus kembali ke tempat semula,” lanjutnya.

“Baiklah,  tetapi apa kau ingat jalan kembali?” tanya Doggy.

“Aku tidak ingat. Bagaimana denganmu?”

“Aku juga tidak ingat.” kata Doggy.

“Bagaimana ini? Kita berdua tidak ada yang tau jalan kembali.” Kata Citn’s mulai khawatir.

“Ini semua terjadi karena kamu, Citn’s” kata Doggy menyalahkan Citn’s.

“Mengapa kau menyalahkanku? Padahal kau sendiri yang pergi dari tempat itu,” Balas  Citn’s tak mau disalahkan.

“Citn’s, kau yang menunjukkan bahwa anjing betina itu ada disini. Jadinya kita berada sangat jauh dari tempat semula,” kata Doggy.

“Tetapi, tetap saja itu salahmu.”

“Apa kau mengikutiku karena cemburu aku menyebutnya sebagai kekasihku? Rupanya kau mulai menyadari keistimewaan yang ada di dalam diriku. Ah, tetapi sepertinya aku ini terlalu tampan untukmu.” Kata Doggy.

“Dengarkan aku Doggy. Aku tidak mungkin menyukaimu. Melihatmu saja sudah malas. Lagi pula kita juga berbeda, kau anjing sedangkan aku kucing,” ungkap Citn’s panjang lebar.

“Baiklah. Sebaiknya kita mencari Mister Franco dan keluarganya.” Kata Doggy.

“Seharusnya mereka yang mencari kita. Karena kita adalah hewan peliharaan mereka. Tunggu dulu, aku merasa jika kau sudah mulai menerima kehadiranku di dalam hidupmu.” Kata Citn’s.

“Kau terlalu percaya diri. Aku hanya tidak ingin kita tersesat bersama. Sehingga membuat kita bersama terus menerus.” Kata Doggy.

“Aku lapar sekali,” keluh Citn’s.

“Dasar kucing gemuk. Bukankah tadi kau sudah makan ketika di perjalanan?”

“Hei Doggy! Aku tidak gemuk. Tubuhku ideal. Meskipun tadi sudah makan, tapi sekarang aku lapar lagi.” Jawab Citn’s.

“ Ya sudah, ayo kita cari makanan.” Kata Doggy.

Kedua hewan tersebut mulai mencari makanan di tempat sampah yang ada di bandara. Ketika menemukan makanan sisa, Citn’s tidak mau memakannya. Ia hanya ingin makanan terbaik yang biasa diberikan Mister Franco kepadanya.

Doggy berusaha menyuruh Citn’s memakan makanan sisa yang mereka temukan. Ia terus memaksa Citn’s agar tidak mengeluh kelaparan. Hingga pada akhirnya, Citn’s mau memakan makanan yang mereka temukan.

Tak terasa, hari mulai gelap. Mereka belum juga bertemu dengan keluarga Mister Fanco.

“Sebaiknya kita tidur disini saja,” ajak Doggy.

“ Hah, disini?!” Citn’s tidak percaya bahwa ia akan tidur di lantai ynag dingin.

“Iya disini,” jawab Doggy santai.

“Aku tidak mau. Aku maunya tidur di bantal empukku,” ucap Citn’s menolak.

“Citn’s, sekarang yang ada hanya ini. Ayo lah, nanti ketika sudah bertemu Mister Franco, kamu pasti tidur di bantal empukmu.” bujuk Doggy supya Citn’s mau tidur di tempat ynag ia sarankan.

“Baiklah.” Akhirnya Citn’s menyetujui ide Doggy. “Oh ya, mengapa kamu peduli banget sama aku?” tanya Citn’s merasa penasaran.

“Karena kamu adalah kesayangan Mister Franco. Aku takut kamu sakit, karena nanti pasti aku yang disalahkan,” jelas Doggy.

Beberapa saat kemudian mereka tertidur di tempat parkir bandara.

***

Keesokan Harinya…

Citn’s dan Doggy kembali mencari Mister Franco dan keluarganya. Mereka yakin, Mister Franco dan keluarganya pasti menginap di hotel di sekitar bandara. Citn’s dan Doggy mencari tahu hotel yang ada di sekitar bandara.

Setelah beberapa lama, Citn’s dan Doggy akhirnya menemukan hotel tempat keluarga Mister Franco menginap. Mereka segera masuk ke dalam hotel. Doggy bertugas mengelilingi hotel, sedangkan Citn’s menunggu di lobby hotel. Tak lama kemudian, Doggy kembali ke lobby hotel menemui Citn’s.

“Apakah kau melihat Mister Franco dan keluarganya?” tanya Doggy.

Citn’s menggelengkan kepala, “Aku tidak melihat mereka.”

“Sebaiknya, kita tunggu saja mereka di sini. Mungkin saja mereka mencari kita.” Kata Doggy.

“ Baiklah…”

***

1 Jam Kemudian….

“Kita harus mencari Citn’s dan Doggy kemana lagi?” ucap seseorang.

“Sepertinya itu suara Mister Franco.” Kata Citn’s.

“Kalau begitu, ayo kita temui Mister Franco,” ajak Doggy bersemangat.

“Meeeeoooowww….Meeeeoooowwww…..Meeeeoooowww…..” Citn’s mengeong.

“Guk ! Guk ! Guk !” Doggy menggonggong.

“Papa, itu Citn’s dan Doggy !” ujar Frisca seraya menunjukkan jarinya kea rah Citn’s dan Doggy.

Mister Franco mengelus Citn’s dan Doggy. “Citn’s… Doggy… Kalian kemana saja?!” ucap Mrs. Franco dengan wajah khawatir.

 “Kurasa, kalian harus mandi dan makan dulu sebelum ikut kami menuju tempat wisata yang akan kita kunjungi.” Kata Fabe.

“Oh ya, maafkan kami Doggy. Kami sudah memperlakukanmu dengan buruk. Kami sangat menyesal. Padahal hewan itu untuk disayangi, bukan untuk disakiti.” Kata Mister Franco mewakili keluarganya.

“Guk ! Guk ! Guk !” Doggy menggonggong pertanda senang.

Kemudian Citn’s dan Doggy dibawa ke kamar keluarag Mister Franco untuk mandi dan makan. Setelah itu mereka bersenang-senang berlibur bersama keluarga Mister Franco.

 

TAMAT

Share This: