KECIL-KECIL BUAT RANCANGAN TATA KOTA “KIDS ARCHITECT WORKSHOP ”

            Minggu, 27 Oktober 2019, IWEC mengadakan workshop bertema arsitektur dengan judul “Kids Architect”. Workshop yang digelar di Gerha IWEC ini bertujuan untuk mengenalkan anak-anak pada dunia arsitektur. Ada banyak hal yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan seru ini. Mereka jadi tahu bahwa kota yang layak huni adalah kota yang memiliki fasilitas lengkap namun tetap ramah terhadap lingkungan. Seperti pentingnya keberadaan taman di tengah kota sebagai pembersih udara dan penyerap air hujan, juga sungai yang bebas sampah.

            Workshop diawali dengan pengenalan unsur-unsur bangunan dan fasilitas apa yang harus ada di dalam suatu kota, lalu menjelajah berbagai kota dalam gambaran sketsa yang menarik, serta mengobservasi kondisi alam yang diselaraskan dengan konsep dan tata letak bangunan. Setelah itu, para perserta diajak untuk menyusun unsur-unsur apa saja yang ingin mereka libatkan di dalam kota impian mereka. Mulai dari rumah sakit, pom bensin, sekolah, kantor pemerintahan, stasiun, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, anak-anak diajak untuk membuat narasi singkat tentang gambaran kota yang ingin mereka ciptakan. Kegiatan ini mengajarkan anak untuk berpikir sistematis.

Salah satu peserta tengah menggambar sketsa kotanya

            Di akhir sesi, para peserta memaparkan rancangan tata kota mereka di depan teman-teman yang lain. Hal ini merupakan tantangan tersendiri untuk mereka, karena tidak semua anak memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk berdiri di depan. Mereka yang berani melawan malu dan mau maju kedepan kami beri apresiasi dengan pemberian doorprize berupa buku-buku dan merchandize menarik lainnya.

          Kiranya imajinasi anak memang luas, unik dan tidak terbatas. Sabrina sebagai peserta termuda membuktikan bahwa usia tidak membatasinya dalam berimajinasi. Kota imajinasinya sederhana sekali. Yakni kota yang tidak macet. Ia membangun jalan-jalan lebar dengan banyak pohon dan taman. Kemudian membangun rumah sakit yang merupakan bangunan terbesar yang ada di kota itu. Tidak ada pabrik. Tidak banyak polusi udara. 

Sabrina, ketika memaparkan rancang kotanya di hadapan teman-teman lain.
Sabrina, ketika memaparkan rancang kotanya di hadapan teman-teman lain.

            Kegiatan ini membuktikan bahwa mengenalkan anak pada dunia arsitektur dan segala macam jenis desainnya bisa membuat anak-anak lebih peka terhadap lingkungan di sekitar mereka. Mendidik sekaligus memperluas pengetahuan dan wawasan mereka akan kondisi sosial dan tata bangunan tempat mereka tumbuh.

            Semoga mereka dapat mewujudkan kota impian mereka, karena dunia ini membutuhkan orang-orang seperti mereka untuk merancang tata kota di masa depan. Rancangan yang tidak hanya mementingkan aspek kegunaannya saja, namun pengaruh terhadap lingkungan baik untuk saat ini maupun di masa mendatang.

           

 

Share This: