Serunya Menulis Kisah Perjalanan Jadi Cerita Fiksi “Writing Journey Goes to KBS”

IWEC Surabaya kembali mengadakan kegiatan workshop menulis untuk anak-anak dan remaja. Untuk pertama kalinya kami mengadakan kegiatan outdor di Kebun Binatang Surabaya. Kegiatan ini dilangsungkan pada 19 Januari 2019, mulai pukul 08.00 pagi hingga 12.00 siang.

Setelah pembekalan, kegiatan explore KBS dimulai pukul 09.00 dengan dipandu oleh 2 guru pembimbing. Anak-anak terlihat begitu antusias menjelajahi setiap sudut kebun binatang, mengumpulkan kepingan ide yang nanti akan mereka tulis menjadi sebuah cerita fiksi. Oh ya, selama perjalanan mengelilingi kebun binatang, teman-teman kita tidak didampingi orang tua. Hal ini bertujuan agar mereka lebih mandiri dan mau bersosialisasi dengan teman-teman baru.

Lelah menjelajah, anak-anak duduk berkumpul di bawah pohon rindang beralaskan kertas koran. Hal seperti ini membuat mereka serasa dekat dengan alam. Beruntunglah kami, karena sejak pagi cuaca tidak terlalu panas. Sambil makan camilan yang telah disediakan, kak Dina menyampaikan materi seputar kepenulisan cerita fiksi. Terlihat mereka begitu antusias mendengar materi yang disampaikan. Mulai dari proses menemukan ide, penentuan tokoh dan penokohannya, bagaimana bermain diksi, hingga menciptakan konflik dan penyelesaiannya.

Selesai sesi materi, anak-anak mulai menulis cerita dari pengalaman mereka selama mengelilingi kebun binatang. Waktu yang diberikan untuk menulis cukup lama, yakni sekitar 90 menit. Dengan waktu yang terbatas, ternyata mereka mampu menyelesaikan cerita dengan baik. Tidak cukup satu lembar, bahkan ada yang menulis sampai 5 lembar.

 

Selagi menunggu pengumuman cerita terbaik, kak Dina dan anak-anak  bermain tebak nama dan hobi. Jadi setiap anak harus menyebutkan nama dan hobi dari teman-teman. Kegiatan ini cukup efektif membuang kejenuhan. Terlihat anak-anak lebih ceria, dan tentunya membuat mereka lebih akrab satu sama lain.

Di akhir kegiatan, kami meminta anak-anak yang berani maju untuk mempresentasikan tulisan mereka di hadapan teman-temannya. Agnesya adalah yang pertama berani unjuk tangan. Dia mempresentasikan karyanya yang berjudul Misteri Nenek Tua Penjaga Kandang Beruang. Selanjutnya disusul Dzikrina yang maju dengan cerita berjudul Balasan Perbuatan Tora.

Di penghujung kegiatan, Adventure in the Zooland keluar sebagai cerita terbaik yang ditulis oleh ananda Rizka Aisyah. Sebagai penghargaan kepada Agnes dan Dzikrina yang berani mempresentasikan karya, juga kepada Rizka yang terpilih dengan cerita terbaik, kami memberikan penghargaan berupa setifikat dan merchandise.

Meskipun tidak semua keluar sebagai pemenang, namun tidak dapat dipungkiri bahwa semua karya anak-anak juga sangat mengagumkan. Dan tentunya dengan kekhasan masing-masing. Dalam satu perjalanan ternyata mereka mampu menghasilkan berbagai genre yang berbeda-beda, mulai dari misteri, fantasi, sampai romansa. Bahwa dengan memperhatikan sekeliling, mengamati pohon, langit, lalu lalang orang dengan berbagai mimik wajah, ternyata mampu membangun imajinasi mereka untuk menelurkan sebuah karya.

Semoga kegiatan kecil ini mampu membuat mereka lebih termotivasi lagi untuk menulis karya-karya selanjutnya. Sampai jumpa lagi di kegiatan IWEC selanjutnya.

Ketiga cerita terpilih terbaik bisa kalian baca disini.  

Share This: